BAJAWA, FLORESPOS.net-Pengusaha Sektor Pariwisata yang selama ini berkarya di Labuan Bajo dan Bali, Bone Resa melakukan kegiatan sosial dengan menghadirkan Sumur Bor di kampung halamannya, Boloji, Desa Wawowae, Kabupaten Ngada.
Sebelumnya, Bone Resa menghadirkan sumur bor di Kampung Bomadha, Desa Wawowae dan Kampung Beiposo, Desa Beiwali, Kecamatan Bajawa.
Bone Resa di lokasi yang akan dilakukan pemboran untuk mendapatkan air bersih, Jumat (23/8/2024) mengatakan yang dilakukannya karena panggilan hati nurani melihat sendiri kesulitan masyarakat setempat yang mengalami kesulitan air bersih.
Kata Bone Resa, “Pemboran sumur untuk mendapatkan air ini ditargetkan selama tiga bulan dengan sistem hidrolik, namun bisa saja lebih cepat dari target yang ditentukan”.
Kepala Desa Wawowae Leonardus Seso di lokasi yang akan dilakukan pemboran untuk mendapatkan air bersih, Jumat (23/8/2024) memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi Pengusaha Pariwisata Bone Resa.
Walaupun selama ini berkarya di Bali maupun Labuan Bajo, namun tidak lupa kampung halamannya dengan melakukan pemboran sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat di Desa Wawowae.
“Terima kasih Bapak Bone sekeluarga yang membantu masyarakat mengatasi kesulitan air bersih di desa ini,” katanya.
Kata Leonardus, penduduk Desa Wawowae berjumlah 1.603 jiwa dengan jumlah KK sebanyak 386 KK terdiri dari 5 Kampung, yakni Bomadha, Boloji, Wolowio, Borewu dan Kampung Nua Mere.
“Dari 5 anak kampung tersebut yang sedikit terbantu adalah Kampung Bomadha karena telah memiliki sumur bor. Sedangkan 4 kampung lainnya masih mengalami kesulitan air minum bersih,” katanya.
Tokoh Masyarakat setempat Leonardus Talo mengungkapkan Bone Resa merupakan putra asli Kampung Boloji. Apa yang dilakukannya, katanya, adalah kebanggaan dari semua keluarga juga masyarakat.
“Menghadirkan air lewat sumur bor yang dilakukannya tentunya sangat membantu masyarakat Desa Wawowae dan keberhasilannya di tanah rantau tidak membuatnya lupa akan kampung halamannya sendiri,” katanya.
Leonardus Talo berharap proses pemboran dapat berlangsung lebih cepat dan tidak ditemui kendala sehingga masyarakat dapat segera menikmati air minum bersih.
Sebelum dilakukan pemboran perdana diawali dengan upacara adat dengan pemotongan seekor babi besar. Hadir sejumlah masyarakat setempat. *
Penulis : Wim de Rozari
Editor : Wentho Eliando










