LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Sedikitnya dua Fraksi di DPRD Manggarai Barat (Mabat) NTT menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu tahun 2024, karena realisasi sementara per Juli masih rendah.
Kedua fraksi, yakni Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP) dan Fraksi Amanat Indonesia Raya (F-AIR). Kedua Fraksi sampaikan itu pada sidang paripurna dewan setempat di ruang rapat utama DPRD Mabar di Labuan Bajo pada Senin (12/8/ 2028).
Paripurna tersebut beragendakan penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Mabar trhadap pengantar nota keuangan atas Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Kabupaten Mabar 2024.
Melalu juru bicaranya Bernadus Ambat, F-PDIP antara lain berpendapat bahwa realisasi PAD Mabar sampai 30 Juli 2024 Rp. 110.160.659.432 atau 33,72 % dari target yang telah ditetapkan dalam APBD (induk) Mabar Rp. 326. 653.041.432.
Terkait PAD yang realisasinya masih sangat rendah itu, F-PDIP berpandangan bahwa hal tersebut merupakan gambaran pemerintah belum maksimal mengelola potensi daerah. Di sisi lain banyak potensi setempat belum digali menjadi pos PAD.
Kondisi ini juga menunjukan bahwa pemerintah (Pemkab Mabar) melalu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis tidak sanggup untuk menjabarkan secara baik RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang telah ditetapkan sebagai rencana strategis daerah. RPJMD merupakan gambaran visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mabar saat ini.
Untuk itu, F-PDIP mendorong pemerintah segera mengambil langkah-langkah dan terus menggali potensi yang ada agar PAD Mabar 2024 bisa mencapai target dalam APBD-P sebesar Rp. 313.107.580.839 atau berkurang sebesar Rp. 13.545.460.593 atau 4,15 % dari target yang telah ditetapkan dalam APBD induk, ujar Ambat, juru bicara F-PDIP.
Hal senada dilantangkan juru bicara (jubir) F-AIR, Antonius Aron yang juga Ketua Fraksi tersebut.
Menurut Aron, jubir F-AIR, sumber PAD Mabar 2024 dari pajak daerah, realisasi per Juli baru Rp. 36,02 %, dan dari retribusi daerah baru mencapai 38,59 %.
Kalau dibandingkan realisasi pendapatan dari 2 sumber yang sama pada periode yang sama per akhir Juli 2023 pajak daerah 43,37 % dan retribusi daerah 51,59 %.
Secara umum realisasi PAD Mabar 2023 yakni sebesar Rp. 249.055.576.180 dari target Rp. 272.725.736.028 setelah APBD Perubahan.
Jika realisasi PAD 2023 menjadi indikator target PAD Perubahan 2024 maka target ini sangat rasional juga realistis. Karena itu F-AIR mendorong pemerintah mengoptimalkan seluruh sumber pendapatan agar target PAD Perubahan APBD 2024 dapat terealisasi.
Target tersebut diragukan mengingat kontribusi dari sektor pajak dan retribusi masih sangat rendah. Karenanya F-AIR DPRD Mabar mendesak pemerintah untuk lebih giat lagi dalam memenuhi target.
Ini penting untuk didorong agar tidak ada lagi rasionalisasi program yang berhubungan dengan kepentingan dasar public, ujar Aron, juru bicara Fraksi AIR.
Sidang paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua II DPRD Mabar Marselinus Jeramun, didamping Ketua Dewan Martinus Mitar.
Hadir jajaran Pemkab Mabar dibawah pimpinan Bupati Edistasius Endi, disamping Wakil rakyat Mabar. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










