MBAY, FLORESPOS.net-Aksi begal mulai terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua perempuan diduga menjadi korban aksi begal tersebut.
Dua perempuan tersebut diduga mengalami aksi begal di wilayah Anakoli, Kecamatan Wolowae, pada Rabu (30/7/2025) malam. Kedua korban berasal dari Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo dan Wolowio, Kabupaten Ngada.
Menurut informasi yang diperoleh, aksi begal tersebut terjadi ketika kedua korban sedang mengendarai motor dari arah wilayah Anakoli menuju Mbay. Tiba-tiba, mereka dihadang pelaku begal yang menggunakan motor vixon merah yang belum diketahui identitasnya.
Kedua korban kemudian jatuh dari motor dan mengalami luka pada kaki dan tangan. Setelah kejadian, kedua korban sempat dirawat di RSUD Aeramo pada Rabu malam. Kondisi korban saat ini dalam perawatan dan sudah kembali ke kediamannya masing-masing.
Kapolres Nagekeo melalui Kasat Reskrim Polres Nagekeo Iptu Leo Marpaung mengatakan kasus tersebut tidak ada laporan Polisi.
Pihaknya mengetahui kejadian itu melalui unggahan Herlin Rani di Facebook. “Walaupun tidak ada laporan tugas kita untuk selidiki. Biar ada efek jera bagi pelaku, ” katanya kepada Florespos.net, Kamis (31/7/2026).
Menurut dia, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku begal dan memecahkan kasus tersebut.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan diri, terutama di daerah-daerah yang rawan menjadi sasaran begal.
Kasus begal ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Nagekeo, terutama bagi kaum perempuan yang sering menjadi sasaran kejahatan. Masyarakat berharap agar polisi dapat segera menangkap pelaku dan membawa mereka ke pengadilan.
Kata Iptu Leo, pihaknya telah meningkatkan patroli di daerah-daerah rawan begal, termasuk di wilayah Anakoli, Kecamatan Wolowae.
Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan kepada pihak kepolisian. Masyarakat Nagekeo juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan keamanan diri, terutama ketika bepergian sendirian atau berada di daerah rawan menjadi sasaran begal.
“Jika ada kejadian mencurigakan, segera hubungi kepolisian atau layanan darurat lainnya,” kata Iptu Leo. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Willy Aran











