SMA Katolik Syuradikara Jadi Sekolah Contoh untuk Program Kampung Iklim di Kabupaten Ende - FloresPos Net

SMA Katolik Syuradikara Jadi Sekolah Contoh untuk Program Kampung Iklim di Kabupaten Ende

- Jurnalis

Sabtu, 1 Juni 2024 - 15:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-SMA Swasta Katolik Syuradikara menjadi sekolah contoh pertama yang mendapat kesempatan mengikuti Program Kampung Iklim.

Diketahui, Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan gerakan nasional pengendalian perubahan iklim berbasis masyarakat dan jadi salah satu langkah strategis membumikan isu perubahan iklim global yang mesti menjadi aksi bersama di tingkat lokal.

“Program ini adalah program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dimulai sejak 2012,” kata Is Purnamawati Djafar, Kepala Bidang Tata Lingkungan dalam Sosialisasi Program Kampung Iklim di halaman tengah Naungan Hijau Satu Syuradikara, Jumat, 31 Mei 2024.

“Kita juga melihat SMA Swasta Katolik Syuradikara memiliki banyak potensi, apalagi sudah ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri,” ungkap Is Purnamawati.

Bruder Kristianus Riberu, SVD, Kepala SMA Swasta Katolik Syuradikara merespons kegiatan sosialisasi secara positif dengan mengajak semua warga Syuradikara untuk melihat lingkungan sebagai subyek.

“Lingkungan hidup mesti dilihat sebagai subyek dan bukan sebagai objek,” kata Bruder Kris.

Baca Juga :  Tekan Angka Pengangguran, Distransnaker Ende Berikan Pelatihan kepada 176 Warga

Ia menegaskan, Sosialisasi Program Kampung Iklim akan memberikan dampak positif bagi Tim Adiwiyata Sekolah, para guru, pendidik, tenaga pendidik, dan siswa-siswi untuk memiliki program serta semangat yang sama.

“Kita SMA Swasta Katolik Syuradikara telah menjadi animator atau contoh atau pembuka jalan untuk sekolah yang lain,” ungkapnya.

Matilde Fransiska Weta, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (P2KLH) menyatakan rasa bangganya pun apresiasi atas raihan Sekolah Adiwiyata Mandiri dan keikutsertaan SMA Swasta Katolik Syuradikara menjadi bagian dari Program Kampung Iklim.

“Kita tidak boleh duduk manis, perlu kerja sama dan harus ada sinergi agar semua harapan bisa sukses,” tandas Matilde.

Sementara Yusriani, Pejabat Fungsional Pengendali Lingkungan, mengatakan, Program Kampung Iklim tidak terlepas dari usaha memperhatikan pengendalian perubahan iklim dan hidup rendah emisi gas rumah kaca.

Ia memberi contoh bahwa fenomena gas rumah kaca di Eropa pada saat sekarang semakin tinggi.

Baca Juga :  Polres Sikka Tanam Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan Nasional

“Mereka sengaja membuat efek rumah kaca untuk meningkatkan produksi pertanian mereka,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini di seluruh dunia diwajibkan memberi komitmen untuk menurunkan gas rumah kaca.
Ketika manusia membiarkan kondisi ini terjadi, maka bisa membawa dampak pada lapisan ozon yang menipis hingga berdampak buruk bagi manusia.

“Di sana akan dan kanker kulit, mata buta, dan lain-lain,” ungkap Yusriani.

Untuk itu, ia mengajak, kalau sekian anak siswa mengelola sampah dengan baik, menjaga bumi dengan cinta, maka krisis itu tidak menguasai kehidupan manusia.

“Mari kita mendorong terlaksana aksi nyata seperti perlindungan mata air, penanaman pohon penyimpanan air seperti bambu, beringin, dan lain-lain,” ajaknya.

Diketahui, Sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim) diselenggarakan berkat kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup dan SMA Swasta Katolik Syuradikara sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri dan diikuti oleh para guru, pegawai, dan siswa-siswi. *

Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 14:32 WITA

DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Berita Terbaru