Mantan Wakil Bupati Flotim Agus Boli Jadi Tersangka, Indra Prabowo: Tidak Kaitan dengan Politik - FloresPos Net

Mantan Wakil Bupati Flotim Agus Boli Jadi Tersangka, Indra Prabowo: Tidak Kaitan dengan Politik

- Jurnalis

Selasa, 7 Mei 2024 - 21:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Kepala Cabang Waiwerang Kejaksaan Negeri (Kejari) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, I Gede Indra Hari Prabowo menegaskan, penetapan mantan Wakil Bupati Flores Timur Agustinus Payong Boli sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi Pengadaan Sistem Informasi Desa (SID) tahun 2018 dan 2019 tidak ada kaitan dengan politik.

Penetapan Agustinus Payong Boli sebagai tersangka murni kasus hukum. Karena kasus dugaan tindak pidana korupsi Pengadaan SID tersebut sudah ditangani Cabang Waiwerang Kejari Flores Timur sejak tahun 2022.

“Proses hukum dari tahun 2022. Putusan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi juga sudah ada dalam kaitan dengan kasus ini. Kasus ini dan penetapan APB tidak ada kaitan dengan politik. Ini murni kasus hukum,” kata Indra Prabowo menjawab Florespos.net, di Kantor Kejari Flores Timur, Selasa (7/5/2024) sore.

Indra Prabowo menanggapi isu politik berhembus terkait kasus dan penetapan mantan Wakil Bupati Agustinus Payong Boli sebagai tersangka kasus Pengadaan SID di Kabupaten Flores Timur tahun 2018 dan 2019.

“Kasus ini sudah di proses tahun 2022. Dalam kasus ini Kejari sudah tetapkan dua tersangka. Dua tersangka itu telah didakwa dan dijatuhi putusan Pengadilan Tindak Pidana Koruspsi pada Pengadilan Negeri Kupang,” katanya.

Indra Prabowo mengatakan, dalam kasus yang melibatkan dua tersangka dan terdakwa itu, mantan Wakil Bupati Agustinus Payong Boli dipanggil dan dimintai keterangan sebagai saksi.

Baca Juga :  Jaringan HAM Sikka Paparkan Dugaan TPPO di Pub Eltras Maumere

Agustinus Payong Boli, kata Indra Prabowo, juga memberikan keterangan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan terhadap dua terdakwa tersebut.

“APB sebagai saksi pada persidangan di Pengadilan Negeri untuk dua terdakwa ini. Dua kali dimintai keterangan sebagai saksi. Pada persidangan tersebut, APB dihadirkan dan dikonfrontasikan oleh majelis hakim,” katanya.

Pada persidangan dua terdakwa, kata Indra Prabowo, banyak fakta-fakta hukum yang terungkap. Bahkan, salah satu putusan majelis hakim Pengadilan Negeri membebankan Agustinus Payong Boli mengganti kerugian negara sebesar Rp 500-an juta.

“Tidak ada kaitan dengan politik. Kalau ada kaitan dengan politik, silakan laporkan saja. Kami bertindak apapun selalu laporkan ke atasan,” tandas Indra Prabowo.

Menjawab Florespos.net, mengapa tidak sejak awal Agustinus Payong Boli ditetapkan tersangka bersama dengan dua tersangka lainnya dan diproses? Indra mengatakan Kejari Flores Timur menunggu fakta hukum di persidangan.

“Pada persidangan terhadap dua terdakwa tersebut banyak fakta-fakta hukum yang terungkap,” kata Indra Prabowo.

Kata Indra Prabowo, setelah penetapan tersangka, penyidik Kejari mengagendakan untuk pemeriksaan terhadap Agustinus Payong Boli dalam status sebagai tersangka pada Senin pekan depan di Kantor Cabang Waiwerang.

Lebih lanjut Indra Prabowo mengatakan, kasus yang melibatkan Agustinus Payong Boli ini bermula pada tahun 2018 dan 2019 terjadi kegiatan/pengadaan SID pada 44 Desa di Kabupaten Flores Timur.

Baca Juga :  Buser Polres Ngada Tangkap Pelaku Persetubuhan Anak di Kebun Raya Wolobobo

Kegiatan/pengadaan tersebut dilakukan di desa berdasarkan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang dibuat oleh CV. Rajawali dan CV. Bunda Sakti sejumlah Rp. 35.000.000 dan dilaksanakan oleh CV. Rajawali.

Lalu, penyidik Kejari Flores Timur menetapkan Yohanes Pehan Gelar alias Yonas sebagai Kuasa Direktur CV. Rajawali dan Yuvinianus Gelang Makin alias Yuven sebagai pelaksana kegiatan sebagai tersangka.

Dua orang tersangka tersebut telah didakwa dan dijatuhi Putusan dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Kupang No: 50/Pid.Sus-TPK/2023/PN Kpg tanggal 12 Februari 2024 atas nama Yohanes Pehan Gelar dan No: 51/Pid.Sus-TPK/2023/PN Kpg tanggal 12 Februari 2024 atas nama Yuvinianus Gelang Makin.

Serta dikuatkan dengan Putusan Pengadilan Tinggi Kupang No: 10/Pid.Sus-TPK/2024/PT Kpg tanggal 02 April 2024 atas nama Yohanes Pehan Gelar dan No: 11/Pid.Sus- TPK/2024/PT Kpg. tanggal 02 April 2024 atas nama Yuvinianus Gelang Makin.

Sebelumnya diberitakan Florespos.net, Selasa (7/5/2024), Penyidik Kejari Flores Timur resmi menetapkan Agustinus Payong Boli, mantan Wakil Bupati (Wabup) Flores Timur sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan SID di Kabupaten Flores Timur tahun 2018 dan 2019. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Wall Abulat

Berita Terkait

Pemda Nagekeo dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta untuk Ahli Waris Sekdes Degalea
Sekolah Rakyat di Nagekeo Senilai Rp250 Miliar, Sekjen Kemensos: Lokasi Sangat Bagus
Meski Efisiensi Anggaran, Pemda Sikka Tetap Berusaha Penuhi Berbagai Program Prioritas
Kolaborasi Divers Alert Network, Kemenpar dan BPOLBF Perkuat SDM Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo
Sekjen Kemensos di Nagekeo: Sekolah Rakyat untuk Kemuliaan Wong Cilik, NTT Masuk 7 Besar Anak Putus Sekolah
Pemda Nagekeo Siapkan Lahan 8,1 Hektar untuk Sekolah Rakyat, Sekjen Kemensos: Segera Dibangun
Kemensos Salurkan Bantuan Rp308 Juta di Nagekeo, 30 Anak Terima Bantuan ATENSI
Sekjen Kemensos Tatap Muka dan Dialog di Nagekeo: ‘Negara Benar-Benar Hadir’
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:56 WITA

Pemda Nagekeo dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta untuk Ahli Waris Sekdes Degalea

Jumat, 17 April 2026 - 19:51 WITA

Sekolah Rakyat di Nagekeo Senilai Rp250 Miliar, Sekjen Kemensos: Lokasi Sangat Bagus

Jumat, 17 April 2026 - 19:37 WITA

Meski Efisiensi Anggaran, Pemda Sikka Tetap Berusaha Penuhi Berbagai Program Prioritas

Jumat, 17 April 2026 - 19:21 WITA

Kolaborasi Divers Alert Network, Kemenpar dan BPOLBF Perkuat SDM Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Jumat, 17 April 2026 - 16:12 WITA

Sekjen Kemensos di Nagekeo: Sekolah Rakyat untuk Kemuliaan Wong Cilik, NTT Masuk 7 Besar Anak Putus Sekolah

Berita Terbaru