BAJAWA, FLORESPOS.net-Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Ngada secara resmi dibuka oleh Bupati Ngada Andreas Paru pada Selasa (26/3/2022).
Pada Musrenbang RKPD tersebut sejumlah anak yang tergabung dalam Forum Anak Ngada dan perwakilan disabilitas menyampaikan aspirasi mereka.
Forum Anak Kabupaten Ngada (FAN) periode 2022-2023 diwakili Febriani Claudia Fernandes Ruba, Romanus Aleksandry Tay Faru, Nickolas Christian Angdassy dan Natalia Wila serta perwakilan disabilitas, Us Longa.
FAN membacakan sejumlah aspirasi mereka. Dimana dikatakan, FAN periode 2022 2023 dibentuk dengan SK No:342/KEP/HK/2022, tanggal 30 Juni 2022.
Pembentukannya difasilitasi oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama Dinas PMDP3A Kabupaten Ngada dengan keanggotaan sebanyak 34 anak sebagai utusan sekolah-sekolah.
Dalam menjalankan tupoksi, FAN punya 3 divisi, yaitu Humas dan Media, KIE Pendidikan dan Kesehatan, Perlindungan Khusus.
Kegiatan-kegiatan FAN yang telah direncanakan dijalankan bersama kegiatan OSIS di sekolah masing-masing.
Dalam forum Musrenbangkab itu, mewakili anak-anak Ngada keempat anggota FAN ini menyuarakan aspirasi mereka secara bergantian, yakni;
- Penyediaan Pusat Kreatifitas Anak (PKA) sebagai pusat kreatifitas seni dan budaya yang dilengkapi dengan akses Informasi Layak Anak seperti Radio Anak, TeSA (Telepon Sahabat Anak), perpustakaan dengan pengawasan akses atau situs-situs berbahaya (perlu dibentuk Badan Pengawas).
- Pembebasan biaya sekolah bagi anak yang tidak mampu
- Terhadap anak putus sekolah, perlu adanya sekolah informal (kejar paket A, B dan C di setiap Kecamatan atau dengan pilihan lain untuk pendekatan pelayanannya.
- Mewajibkan Lembaga Pendidikan untuk menjadi Sekolah Ramah Anak (SRA)
- Perlu adanya RASS (Rute Aman Selamat Ke dan Dari Sekolah) dan ZoSS (Zona Aman Selamat Sekolah) dan lampu jalan.
- Perlu adanya peraturan Kawasan Bebas Rokok pada ruang-ruang publik serta penyediaan ruang merokok pada ruang-ruang publik.
- Perlu adanya kebijakan untuk tidak menerima iklan atau sponsor rokok pada setiap even.
- Perlu adanya sosialisasi terpadu HKSR (Hak Kesehatan Seksual Reproduksi Perdagangan Orang di sekolah juga bagi masyarakat.
- Perlu adanya Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang dilengkapi dengan pojok baca dan fasilitas penunjang lainnya untuk meningkatkan daya kreatificas dan perkembangan motorik anak.
- Perlu diadakan peringatan Hari Anak Nasional setiap tahun.
- Penyediaan akses layanan publik yang menjamin keselamatan anak disabilitas (mobil trasportasi ke dan dari sekolah).
- Perlu ada kebijakan, sosialisasi dan razia rutin untuk menekan kenakalan remaja seperti razia tempat nongkrong anak, razia kos-kosan, balap liar dengan penggunaan knalpot racing, penggunaan lampu disco di tempat pesta, penertiban hewan yang diikat dipinggiran jalan.
- Wajib mengikutsertakan Perwakilan Anak disetiap kegiatan musyawarah yang menghasilkan keputusan atau kepentingan terbaik bagi anak.
- Forum Anak Kabupaten Ngada sangat mendukung untuk mewujudkan Kabupaten Ngada sebagai Kabupaten Layak Anak Bajawa.
Us Longa, mewakili kaum disabilitas memohon pemerintah untuk dapat membantu kaum disibilitas seperti kursi roda bagi yang tidak bisa berjalan. Dan untuknya dan teman-teman yang mengalami gangguan penglihatan bisa diberikan tongkat pintar.
Dia mengatakan kaum disibalitas mempunyai hak dan kedudukan yang sama sebagai warga negara. Untuk itu, diharapkan diberikan dan yang paling penting tidak boleh melihat kaum disabilitas sebagai orang yang lebih rendah.
Banyak juga yang masih melihat sebagai kaum disabilitas sebagai orang rendahan untuk itu diharapkan agar masyarakat memperlakukan kaum disabilitas dengan baik.
Bupati Ngada Andreas Paru kepada Florespos.net, Kamis (27/3/2024) memberikan apresiasi kepada anak-anak yang tergabung dalam forum anak dan telah memberikan aspirasi dalam Musrenbang RKPD Kabupaten Ngada.
Menurut Bupati Andreas, 14 poin aspirasi itu langsung didengarkannya dan Ketua DPRD Ngada serta pimpinan perangkat daerah. Aspirasi itu merupakan hal baik untuk dibicarakan pada Musrenbang RKPD tersebut.
Kata Bupati Andreas, suara anak-anak dan kaum disabilitas harus menjadi pertimbangan dinas terkait untuk dapat segera merespon walaupun 14 poin itu tidak semua direalisasi.
Namun dapat diprioritaskan beberapa poin penting untuk dilakukan pada tahun 2025. Termasuk, bagi kaum disabilitas seperti alat bantu agar memudahkan mereka dalam beraktivitas menata masa depan mereka.
Keempat anggota FAN ditemui disela-sela kegiatan Musrenbang juga mengatakan mereka berkeinginan membantu Kabupaten Ngada sebagai Kabupaten Layak Anak.
Menurut mereka, hal yang sangat penting dan mendesak adalah perlu ada sosialisasi tentang hak-hak anak, undang-undang tentang TPPO, serta Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR). *
Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando









