RUTENG, FLORESPOS.net-Bervariasi tingkat partisipasi Pemilu 2024 setiap kecamatan di Kabupaten Manggarai, NTT. Kategori rendah partisipasi pemilihnya terdapat pada tiga kecamatan.
Kecamatan dengan partisipasi pemilih rendah itu, yakni Satar Mese Utara, Cibal Barat, dan Rahong Utara.
Ketika berbicara pada momen Media Gathering di Ruteng, Kamis (21/3/2024), Komisioner KPU Manggarai, Hery Harun mengatakan, dari data yang ada, tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu yang lalu di Manggarai bervariasi.
“Ada yang baik, tetapi ada beberapa kecamatan yang rendah sekali tingkat partisipasinya,” katanya dalam kegiatan yang dibuka Ketua KPU Rikard Pentor didampingi anggotanya Marsianus Edon, dan Florianus Irwan Kondo.
Kategori rendah bisa dilihat dari persentase partisipasi pemilihnya. Riilnya, Kecamatan Satar Mese Utara, 70,76 persen, Rahong Utara, 72,03 persen, dan Kecamatan Cibal Barat, 72,18 persen.
Apa yang terjadi ini kiranya menjadi pekerjaan rumah untuk semua bagaimana upaya menggerakkan partisipasi pemilih agar meningkat dari Pemilu ke Pemilu.
Dikatakan, kecamatan lainnya berada di atas tiga kecamatan itu. Tertinggi, Kecamatan Langke Rembong, yakni 82,97 persen. Menyusul, Cibal Barat, 81,05 persen dan Kecamatan Reok, 80,24 persen.
Rendahnya partisipasi yang ada berpengaruh langsung pada partisipasi pemilih secara kabupaten untuk Pemilu 2024 ini di Manggarai, yakni hanya 76,52 persen. Atau pengguna hak pilih riil sebanyak 185.253 pemilih dari total 242.090 pemilih dalam DPT.
Saat itu Ketua KPU Rikard Pentor mengatakan, penyelenggara sebetulnya sudah bekerja cukup maksimal agar tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu ini tinggi. Pelbagai upaya dilakukan.
“Tetapi, hasilnya seperti itu saja. Ini menjadi bukti bahwa kesadaran untuk berdemokrasi masih kurang juga,” katanya.
Orang kadang datang ke TPS bukan karena kesadaraan. Tetapi lebih karena ada rivalitas para calon yang maju dalam Pileg atau Pilpres.
Pada beberapa kecamatan yang partisipasi pemilihnya tinggi diketahui juga karena rivalitas para calon juga tinggi agar bisa menang dalam kompetisi Pemilu ini.
Rikard Pentor mengatakan, untuk Pilkada, diprediksi partisipasi pemilih pasti naik karena rivalitas tinggi antar sesama calon nantinya. Hal itu bisa diketahui dari data-data dari Pilkada ke Pilkada selama ini.
Ditanya upaya konkret untuk mengatasi keluhan seperti yang sudah mati hingga yang sudah pergi jauh atau pindah masih masuk dalam DPT pada TPS-TPS tertentu, Rikard Pentor menjelaskan, untuk Pilkada kali ini, ketika Coklit ke TPS-TPS, petugas datang dengan membawa serta surat keterangan dari desa.
Dengan itu, bisa tahu yang sudah meninggal atau yang sudah pergi jauh bisa langsung dicoret dan penduduk baru atau pemilih pemula juga bisa langsung diakomodir menjadi pemilih nantinya. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










