Ulat Grayak Kepung Puluhan Hektar Tanaman Jagung di Flores Timur - FloresPos Net

Ulat Grayak Kepung Puluhan Hektar Tanaman Jagung di Flores Timur

- Jurnalis

Senin, 12 Februari 2024 - 21:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Hama ulat grayak dikabarkan kini tengah mengepung puluhan hektar (ha) tanaman jagung milik para petani di wilayah Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Informasi dihimpun Florespos.net, Senin (12/2/2024), ulat grayak mengepung tanaman jagung milik petani di Kecamatan Adonara Timur, Kecamatan Witihama, Kecamatan Tanjung Bunga dan Kecamatan Ile Mandiri.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur ApolinaldusY. L Demoor membenarkan tanaman jagung para petani di beberapa wilayah di Flores Timur tengah dikepung ulat grayak.

“Benar, tanaman jagung diserang hama ulat grayak. Kami sudah turun pendataan dan langsung melakukan intervensi di lapangan,” ungkap Apolinaldus Demo’or kepada Florespos.net, Senin (12/2/2024).

Dus Demo’or sapaan akrab Apolinaldus Demo’or saat itu didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Yohanes Anjon mengatakan, ulat grayak itu biasanya terjadi setiap tahun pada musim tanaman.

Baca Juga :  Pemilu Serentak 14 Februari, 26 TPS Terdata Masuk Zona Merah Erupsi Lewotobi Laki-laki di Flores Timur

“Hampir setiap tahun ulat grayak serang tanaman jagung petani. Karena tiap tahun, maka dinas selalu menyiapkan obat-obatan untuk penanganan. Kami sudah dapat laporan dan intervensi penanganan di lahan petani,” katanya.

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Yohanes Anjon menambahkan, terkait serangan hama ulat grayak itu pihaknya sudah mendapatkan laporan dari tiga desa di Kecamatan Adonara Timur, satu desa di Kecamatan Witihama dan dua desa di Kecamatan Tanjung Bunga.

Data sementara berdasarkan laporan yang diterima, kata Yohanes Anjon, ulat grayak menyerang tanaman jagung petani Desa Bilal, Desa Lewobunga dan Desa Dawataa di Kecamatan Adonara Timur dengan luas tanam 49 ha dan yang sudah terserang seluas 13 ha.

Baca Juga :  Paripurna Penutupan Masa Sidang, Anggota DPRD Berpakaian Rumpu-rampe, Kalangan Pemerintah Bersepatu Olahraga

Desa Sandosi di Kecamatan Witihama dengan luas tanam 44,5 ha dan sudah terserang 7 ha. Desa Lamatutu dan Desa Ratulodong di Kecamatan Tanjung Bunga, luas tanam 9 ha dan yang sudah terserang ulat grayak 4 ha.

“Seluruhnya sekitar 34 ha tanaman jagung yang sudah terserang ulat grayak. Dan semua laporan dari beberapa desa di kecamatan itu sudah kami lakukan intervensi dengan insektisida jenis montaf. Sudah mulai membaik,” katanya.

Kata Yohanes Anjon, “Ile Mandiri dan wilayah Pulau Solor belum ada data yang masuk, tapi kami sudah turunkan petugas lakukan pemantauan, pendataan dan intervensi dengan obat obatan.”

Pantauan Florespos.net, di wilayah Kecamatan Ile Mandiri, ulat grayak sudah menyerang sedikitnya 2 ha tanaman jagung milik petani setempat. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Peningkatan Kualitas Pengawasan dan Komitmen Hadirkan Layanan Perijinan yang Lebih Baik di Manggarai Barat
BPN Akan Redistribusi Lahan Eks HGU Nangahale Seluas 415 Hektare untuk Seribu Kepala Keluarga
Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Berita ini 251 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:55 WITA

Peningkatan Kualitas Pengawasan dan Komitmen Hadirkan Layanan Perijinan yang Lebih Baik di Manggarai Barat

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:28 WITA

BPN Akan Redistribusi Lahan Eks HGU Nangahale Seluas 415 Hektare untuk Seribu Kepala Keluarga

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:12 WITA

Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka

Berita Terbaru