BORONG, FLORESPOS.net-Saluran Irigasi Wae Laku di Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tersumbat bongkahan batu besar dan material selama kurang lebih enam bulan.
Warga Desa Bangka Kantar, Desa Golo Kantar dan Desa Nanga Labang bersama Anggota DPRD NTT Yohanes Rumat turun bergotong royong memindakan batu besar dan material yang menutup saluran irigasi agar air bisa mengairi sawah.
“Saya di lokasi setelah dapat informasi dari masyarakat. Mereka kesulitan dapat air mengairi sawah dan kalau tidak segera ditangani padi milik petani gagal tumbuh,” kata Yohanes Rumat di sela-sela kegiatan, Selasa (30/1/2024).
Yohanes Rumat mengatakan, sekitar ratusan meter dari bendungan terdapat material batu dan tanah masuk ke saluran induk.
“Kami minta alat berat ke lokasi dan langsung memindakan batu ukuran besar dan sedang,” katanya.
Irigasi tersebut, menurut Yohanes Rumat dibangun sekitar lima tahun lalu untuk mengairi sawah petani tiga desa dengan jumlah mencapai ratusan hektar.
“Bongkahan batu dan material menutup saluran irigasi ini sudah masuk 6 bulan, tapi Pemda Matim dan pihak Balai terkesan masa bodoh atau tidak merespon persoalan ini,” katanya.
Kata Yohanes Rumat, secara teknis Dinas PUPR seharusnya bisa mencari solusi agar masyarakat tidak sengsara.
“Besar harapan kedepannya Pemerintah Kabupaten cepat merespon jika ada keluhan dari masyarakat,” kata Yohanes Rumat. *
Penulis: Albert Harianto I Editor: Wentho Eliando










