BAJAWA, FLORESPOS.net -Pengacara kondang asal Kabupaten Ngada yang selama ini berdomisili di Jakarta, Wilfridus Watu memberikan apresiasi kepada masyarakat adat Bomadha, Desa Wawowae yang menggelar kegiatan permainan adat Wela Maka dan Podho Leke menyongsong upacara adat Reba.
Wilfridus Watu mengatakan kehadirannya menyaksikan acara itu bukan aji mumpung karena bertepatan dengan kegiatan politik.
Namun lebih dari itu, dirinya memberikan apresiasi yang tinggi bagi masyarakat Kabupaten Ngada yang komitmen sulit mempertahankan budaya leluhur.
Wela Maka dan Podho Leke merupakan warisan leluhur yang apabila tidak dilanjutkan generasi saat ini. Maka besar kemungkinan akan hilang.
Dirinya memberikan apresiasi yang tinggi kepada panitia dan komunitas adat kampung Bomadha yang telah memulai kegiatan positif ini.
Kegiatan menyongsong upacara adat Reba sungguh sangat bernilai sehingga harus terus dilakukan secara berkala sebagai wujud dan bukti bahwa generasi saat ini tetap menghormati dan mewarisi apa yang telah dilakukan oleh leluhur sebelumnya.
“Ini adalah momen yang luar biasa dan panitia bisa mengekspos ini ke dunia luar sehingga dapat dikenal dan diketahui khalayak,” ungkapnya.
Harapannya, agar budaya leluhur ini terus diwarisi agar Kabupaten Ngada terus dikenal di dunia luar sebagai daerah yang memiliki budaya yang banyak.
Sebagai politisi yang saat ini berjuang menuju kursi DPR RI dirinya berharap agar masyarakat Kabupaten Ngada maupun Nagekeo untuk terus bersatu padu termasuk kawula Muda untuk tidak meninggalkan budaya leluhur.
Keterlibatannya di dunia politik saat ini juga untuk dapat mengimplementasikan harapan masyarakat terutama terhadap persoalan-persoalan yang mungkin saat ini masih membutuhkan perhatian dari orang yang pas dan mengerti persoalan.
Masyarakat dan para para politisi di tingkat daerah yang berbaur dalam acara adat juga membuktikan bahwa perbedaan politik bukan menjadi hal tabu namun merupakan sebuah kekuatan bersama menjaga dan melestarikan budaya leluhur.
Ia juga selama ini berkomunikasi sangat cair dengan sesama politisi walaupun berbeda partai karena masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa berbeda adalah kekuatan untuk bersama-sama memberikan pemahaman politik yang baik dan benar kepada masyarakat. *
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Anton Harus










