22 Rumah Warga Rusak dan Atap Rumah Bersalin Pustu Leworahang di Flores Timur Tertimpa Pohon Kelapa - FloresPos Net

22 Rumah Warga Rusak dan Atap Rumah Bersalin Pustu Leworahang di Flores Timur Tertimpa Pohon Kelapa

- Jurnalis

Senin, 22 Januari 2024 - 21:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Hujan disertai angin puting beliung yang menerjang wilayah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di wilayah Desa Ile Padung, Kecamatan Lewolema, Senin (22/1/2024) siang hingga petang, merusak puluhan rumah warga dan fasilitas umum setempat.

Berdasarkan data sementara yang diperoleh Florespos.net dari Sekretaris Kecamatan Lewolema, Kowa Kleden, sedikitnya 22 rumah warga tersebar di Dusun Riangtobi dan Dusun Riangmotong, Desa Ile Padung, Kecamatan Lewolema yang rusak akibat diterjang angin puting beliung tersebut.

Selain puluhan rumah warga pada dua dusun itu, akibat angin puting beliung sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa dua fasilitas umum milik pemerintah dan milik petani petani mente setempat.

Baca Juga :  Jelang Hari Pahlawan, Pemda Flores Timur dan Keluarga Gelar Napak Tilas Pahlawan Herman Fernandez

“Data sementara, ada 6 rumah dan WC rumah milik warga di Dusun Riangmotong yang rusak berat dan ringan. Umumnya rusak pada bagian atap. Lalu di Dusun Riangtobi, ada 16 rumah dan WC rumah milik warga yang rusak ringan dan berat. Ini juga umumnya pada bagian atap,” kata Kowa Kleden, Senin (22/1/2024) malam.

Sementara dua fasilitas umum yang rusak akibat diterjang angin puting beliung, kata Kowa Kleden, yakni Rumah Bersalin Pustu Leworahang dan gudang Unit Pengola Hasil (UPH) Petani Mente milik Kelompok Tani.

“Data ini masih bersifat sementara. Kami masih mendata pemilik rumah, jenis kerusakan dan pendataan lainnya,” katanya.

Kowa Kleden mengatakan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur sedang turun ke lokasi bencana mengidentifikasi kerusakan dan kerugian bencana angin putting beliung tersebut.

Baca Juga :  Frans Go Berikan Bantuan kepada Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

“Sebagai informasi tambahan, malam ini juga teman-teman dari BPBD Flores Tmur diperintahkan oleh Penjabat Bupati turun di tempat kejadian untuk melakukan identifikasi dalam rangka tanggap darurat,” kata Kowa Kleden.

Kata Kowa Kleden, warga setempat yang rumahnya rusak berat karena bencana angin puting beliung tersebut sudah diarahkan mengungsi sementara ke rumah tetangga dan keluarga terdekat.

Hingga saat ini, Senin (22/1/2024) malam, hujan disertai angin kencang masih terus melanda wilayah pantai utara dan pantai selatan Kabupaten Flores Timur. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Berita Terbaru