ENDE, FLORESPOS.net-Bupati Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali melakukan pelantikan dan mengambil sumpah jabatan pejabat di lingkup Pemkab Ende, Kamis (18/1/2024).
Kali ini kegiatan pelantikan dilaksanakan di halaman kantor daerah di jalan El Tari, Kota Ende.
Pemerintah memilih kegiatan pelantikan dilaksanakan di halaman karena jumlah pejabat fungsional yang dilantik dan diambil sumpah jabatan sebanyak 2.798 orang.
Pantauan Florespos.net, saat acara pelantikan, ratusan pejabat fungsional yang dilantik tidak masuk dalam barisan.
Mereka berdiri dan ada yang duduk di sekitar pelataran kantor bahkan ada yang mengikuti pelantikan dari jalan di luar halaman kantor daerah.
Turut hadir pada pelantikan Wakil Bupati Ende, Erikos Emanuel Rede, para Asisten pada Setda Ende, Pimpinan OPD, Direktur Perumda Ende dan rohaniwan pendamping.
Berdasarkan laporan dari BKPSDM Ende, pelantikan ribuan pejabat fungsional itu dilakukan dengan dasar hukum UU No 20 Tahun 2023 tentang ASN, PP No 11 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah dengan PP No 20 tahun 2017.
Peraturan BKN No 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator (JA), Jabatan Pengawas (JP), Jabatan Fungsional (JF), dan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).
Ketentuan regulasi mewajibkan agar setiap jabatan fungsional yang telah ditetapkan dan diangkat wajib dilantik dan diangkat sumpah janji jabatan.
Pelantikan ini merupakan ketaatan terhadap Peraturan Perundang-undangan, serta kesanggupan Pejabat Fungsional untuk berkomitmen menjalankan tugas dan pekerjaan yang diberikan.
Jumlah pejabat fungsional yang dilantik sebanyak 2.798 dengan rincian Fungsional Guru sebanyak 1.789 orang, fungsional Kesehatan sebanyak 825 orang dan Fungsional Teknis sebanyak 184 orang.
Bupati Ende, Djafar Achmad mengatakan pelantikan pejabat fungsional menjadi motivasi tersendiri bagi PNS untuk menunjukkan profesionalitas kinerjanya sesuai tuntutan dunia kerja yang saat ini semakin kompetitif.
“Sebagai pejabat fungsional, kerja saudara-saudara harus benar-benar terukur dan setiap hasil kerja mempunyai nilai yang berdampak pada reward,” katanya.
Secara khusus Bupati Djafar menaruh harapan kepada pejabat fungsional guru, kesehatan dan pertanian agar benar-benar bekerja sesuai dengan tuntutan kerja masing-masing. *
Penulis: Willy Aran I Editor: Wentho Eliando










