Sambut Dies Natalis ke-45, Uniflor Tanam 15 Ribu Pohon di Kabupaten Ende - FloresPos Net

Sambut Dies Natalis ke-45, Uniflor Tanam 15 Ribu Pohon di Kabupaten Ende

- Jurnalis

Kamis, 3 Juli 2025 - 17:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Lembaga pendidikan tinggi Universitas Flores (Uniflor) memberikan perhatian serius terhadap masalah lingkungan dan konservasi alam di Kabupaten Ende, Provinsi NTT.

Dosen dan mahasiswa dari kampus terbesar di Pulau Flores  akan melaksanakan gerakan penghijauan. Gerakan tersebut adalah menanam lima belas ribu anakan pohon dan tanaman buah pada empat desa di dua kecamatan wilayah Kabupaten Ende.

Aksi penghijauan ini akan dilaksanakan pada Sabtu (5/7/2025) bersama Yayasan Tana Nua Flores dan masyarakat di desa sasaran.

Rektor Uniflor, Dr Willybrodus Lanamana kepada Florespos.net, Kamis (3/7/2025) di ruang kerjanya mengatakan aksi penghijauan ini adalah kegiatan perdana menyongsong Dies Natalis kampus ke-45 dan pencanangan menuju Uniflor emas pada tahun 2030.

“Kita mulai dengan kegiatan ini dan akan ada berbagai kegiatan untuk Dies Natalis ke 45 dan menuju emas Uniflor”.

Rektor mengatakan kegiatan aksi penghijauan adalah bagian dari kampus berdampak dimana lembaga pendidikan tinggi mengambil peran menyelesaikan persoalan lingkungan dan persoalan di masyarakat.

“Isu lingkungan menjadi salah satu masalah serius atau tantangan yang dihadapi saat ini. Uniflor melalui kampus berdampak terlibat untuk mengatasi masalah ini,” kata Rektor Uniflor.

Melalui aksi ini, Kata Dr Willy Lanamana, bisa memberikan dampak untuk masyarakat di sekitar lokasi penghijauan dan masyarakat Kabupaten Ende secara umum.

Baca Juga :  Tim Futsal MAN Ende Torehkan Sejarah, Juara Pelajar dan Bawa Pulang Piala Dekan Ekonomi Uniflor

“Kampus mengambil peran terhadap persoalan ekologis dengan harapan lima atau sepuluh tahun kedepan akan ada manfaatnya bagi masyarakat”.

Empat desa yang  menjadi lokasi penghijauan tersebut akan menjadi desa dampingan Universitas Flores agar program tersebut tidak berhenti pada aksi penanaman.

“Kedepannya kegiatan Abdimas dari program studi terkait akan kita arahkan ke empat desa itu. Kita tidak sekadar tanam tetapi mendampingi masyarakat merawat dan menjaga tanaman itu hingga ada hasilnya,” kata Dr Willybrodus Lanamana.

Rektor Uniflor juga menugaskan para dosen untuk menulis artikel pada kegiatan tersebut kemudian dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional untuk kepentingan akreditasi program studi di kampus tersebut.

Ketua panitia Dies Natalis ke 45 Uniflor, Ismail Langga mengatakan aksi penghijauan tersebut melibatkan Yayasan Tana Nua Flores dan masyarakat di desa.

“Kita libatkan Tana Nua dan masyarakat. Jika saat aksi  tidak bisa tanam sampai lima belas ribu maka akan dilanjutkan oleh masyarakat dan kelompok tani binaan Tana Nua,” katanya.

Aksi penghijauan penanaman lima ribu pohon tersebut akan dilaksanakan di Desa Malawaru dan Desa Boubenga Kecamatan Nangapanda serta Desa Mautenda Barat dan Desa Detubela Kecamatan Wewaria.

“Kami akan turun dengan empat tim sesuai lokasi penghijauan yang telah ditentukan. Titik penanaman itu di bantaran sungai, mata air dan kebun warga”.

Baca Juga :  DESK Pilkada Dukung Kerja KPU Sukseskan Pilkada Ngada 

Lima belas ribu anakan yang akan ditanam terdiri dari empat belas ribu anakan seperti kayu sengong, kayu monten dan beberapa jenis lainnya. Sedang seribu bibit atau anakan adalah tanaman buah seperti rambut dan durian. Tanaman buah akan ditanam di Desa Detubela Kecamatan Wewaria.

“Bibit ini kami dapatkan secara gratis dari BP DAS Labuan Bajo. Lokasi penanaman sudah disurvei oleh tim,” katanya.

Kampus Tanggap Isu Ekologis

Hironimus Pala dari Yayasan Tana Nua Flores mengatakan mendukung dan mengapresiasi kolaborasi ini untuk konservasi alam.

Nimus Pala juga mengatakan aksi ini menunujukan bahwa kampus Universitas Flores sudah mulai keluar dari zonanya dan tanggap dengan isu ekologis.

“Kami dukung dan senang berkolaborasi dalam kegiatan ini untuk atasi masalah lingkungan dan perubahan iklim. Saat ini kita sudah dihadapkan pada isu – isu dunia seperti pemanasan global dan masalah ekologis yang menuntut peran serta semua elemen untuk melakukan konservasi mata air, tanam pohon dan aksi penghijauan dan menjaga kebersihan lingkungan dari masalah sampah,” katanya.

Ia mengatakan setelah aksi ini Yayasan Tana Nua Flores akan mendorong dan menggerakkan masyarakat khususnya petani dampingan untuk menjaga dan merawat tanaman yang sudah ditanam.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat
Pemkab Manggarai Barat Diminta Kelola Pulau Kelor, Wisatawan Kunjung 24 Jam
Pemda Flores Timur Sewa Lahan 200 Ha untuk Sentra Peternakan Sapi–Baru 30 Ha yang Dikelola
Universitas Flores Kembali Lepas Ratusan Sarjana dan 10 Lulusan Pasca Sarjana ke Masyarakat
WALHI Sebutkan Pembangunan Tambak Udang di Sumba Timur, Ancaman Serius Terhadap Ekologis
Bupati Sikka Ingatkan Bank NTT Bangun Komunikasi dengan Semua Pihak
Cross Way Putus, Akses ke Tiga Desa di Manggarai Timur Lumpuh
Pertemuan Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan PKG Flores Timur, Ogie Silimalar: Cek Kesehatan Gratis, Pintu Masuk Deteksi Penyakit
Berita ini 887 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:48 WITA

Pemkab Manggarai Barat Diminta Kelola Pulau Kelor, Wisatawan Kunjung 24 Jam

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:11 WITA

Pemda Flores Timur Sewa Lahan 200 Ha untuk Sentra Peternakan Sapi–Baru 30 Ha yang Dikelola

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:05 WITA

Universitas Flores Kembali Lepas Ratusan Sarjana dan 10 Lulusan Pasca Sarjana ke Masyarakat

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:46 WITA

WALHI Sebutkan Pembangunan Tambak Udang di Sumba Timur, Ancaman Serius Terhadap Ekologis

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA