Banjir Lahar Dingin Terjang Selatan Wulanggitang, Jembatan Kali Waimuring Terancam Ambruk - FloresPos Net

Banjir Lahar Dingin Terjang Selatan Wulanggitang, Jembatan Kali Waimuring Terancam Ambruk

- Jurnalis

Selasa, 16 Januari 2024 - 11:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Hujan lebat pada Senin (15/1/2024) malam di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, NTT, membawa banjir lahar dingin dari Gunung Lewotobi Laki-laki yang sudah dua pekan ini erupsi.

Banjir lahar dingin dan material lainnya mengalir dari Gunung Lewotobi Laki-laki melintas hingga wilayah selatan Kecamatan Wulanggitang.

Akibat lahar dingin disertai material lain yang terbawa banjir itu, Jembatan Kali Waimuring yang menghubungkan Desa Nawokote, Desa Waiula, Desa Hewa dan desa-desa lainnya di wilayah selatan, terancam ambruk.

“Banjir lahar dingin yang sangat kental dan bau belerang menyengat. Di Kali Waimuring banjir meluap ke jalan raya dengan ketinggian pada kisaran betis orang dewasa. Jembatan Waimuring sudah keropos karena tergerus banjir besar pada 21 September 2021,” ungkap Linus Lanun, warga Tabana, Desa Waiula kepada Florespos.net, Selasa (16/1/2024).

Talud penahan Jembatan Kali Waimuring, Desa Nawokote, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur yang tergerus banjir. Gambar diambil Selasa (16/1/2024) pagi. Foto: Linus Lanun

Linus menuturkan, intensitas curah hujan yang cukup lebat pada Senin (15/1/2024) malam sekitar pukul 17.30 Wita terjadi merata di wilayah Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ile Bura.

Baca Juga :  Persyaratan Dukungan Diterima KPU Flores Timur, Lukman-Zakarias: Terima Kasih Ribu Ratu Flores Timur

Hujan lebat itu membawa banjir lahar dingin dan material lain yang sangat tebal ke arah selatan Kecamatan Wulanggitang. Banjir mengalir di Kali Mae dan Kali Waimuring, hulu sungai dari Gunung Lewotobi Laki-laki.

“Banjir Kali Mae membuat warga Duang, Desa Nawokote yang hendak pulang ke pengungsian (Desa Hewa) dan warga Tabana, Desa Waiula panik,” katanya.

Linus mengatakan, saat sedang mengalir, warga Tabana, Desa Waiula hanya berdiri dari ketinggian kampung dan mendengar bunyi batu besar seperti terjadi gempa lokal yang dasyhat. Bau belerang, juga terasa sangat menyengat.

Sisa-sisa banjir lahar dingin yang mengalir di lintasan jalan dan jembatan Kali Waimuring, Desa Nawokote, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Gambar diambil Selasa (16/1/2024) pagi. Foto: Linus Lanun

Namun, ada warga yang berani pergi melihat dari dekat dengan memantulkan cahaya senter ke kali karena banjir lahar dingin terjadi pada malam hari sekitar pukul 18.30 Wita.

Baca Juga :  Siaga Menggembur Padi Ditengah Erupsi Lewotobi Laki-laki

Menurut Linus, jalan dan Jembatan Kali Waimuring yang dilintasi banjir lahar dingin tersebut merupakan satu-satunya akses transportasi di wilayah selatan.

“Tidak ada lagi jalan alternatif. Tumpukan material dibawa banjir lahar dingin berserakan sehingga pengguna jalan terutama roda dua mesti ektra hati-hati melintas di jalan tersebut,” katanya.

Selain itu, kata Linus, banjir lahar dingin meluap ke jalan di sebabkan juga oleh sistem drainase yang belum begitu bagus serta timbunan material yang dibawa oleh banjir menumpuk sejajar dengan tembok taluk penahan jalan.

“Kami, warga pantai selatan cemas. Kalau jalan dan Jembatan Kali Waimuring ambruk diterjang banjir lahar dingin, maka akses transportasi dari dan menuju wilayah selatan putus,” kata Linus.

Linus Lanun dan warga lainnya berharap pemerintah bisa menyediakan eksavator mengeruk tumpukan material sebelum ruas jalan putus dan Jembatan Kali Waimuring benar-benar ambruk. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup
Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)
OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II
Akses Inklusif Masih Terbatas, Ribuan Pelari Dorong Kesetaraan bagi Anak Disabilitas Lewat Run for Equality 2026
Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:37 WITA

Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup

Senin, 27 Juli 2026 - 11:16 WITA

Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)

Senin, 27 Juli 2026 - 10:54 WITA

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Juli 2026 - 10:49 WITA

Akses Inklusif Masih Terbatas, Ribuan Pelari Dorong Kesetaraan bagi Anak Disabilitas Lewat Run for Equality 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Berita Terbaru

Nusa Bunga

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Jul 2026 - 10:54 WITA

Opini

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Senin, 27 Jul 2026 - 06:33 WITA