Dampak Erupsi Lewotobi Laki-laki Meluas, 544 Warga Nurabelen Mengungsi ke Desa Riang Rita - FloresPos Net

Dampak Erupsi Lewotobi Laki-laki Meluas, 544 Warga Nurabelen Mengungsi ke Desa Riang Rita

- Jurnalis

Rabu, 10 Januari 2024 - 21:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Wilayah terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meluas.

Meluasnya wilayah terdampak langsung itu terjadi pasca erupsi dasyat disertai lontaran lava pijar pada Selasa (9/1/2024) hingga Rabu (10/1/2024) dini hari.

Sebelumnya, wilayah terdampak langsung hanya empat desa di Kecamatan Wulanggitang, masing-masing Klatonlo, Hokeng Jaya, Boru, Nawokote dan satu desa di Kecamatan Ilebura, yakni Dulipali.

Kini meluas atau bertambah dua desa di Kecamatan Ilebura, yakni Nobo dan Nurabelen.

Pantauan Florespo.net, Rabu (10/1/2024) siang hingga malam, wilayah Desa Nobo dan Desa Nurabelen berlumuran asap dan abu vulkanik.

Jika berada di Desa Nobo dan Desa Nurabelen, terdengar jelas bunyi gemuruh dari dalam Gunung Lewotobi Laki-laki dan bau belerang yang sangat menyengat.

Rumah-rumah warga di dua desa tersebut nyaris kosong tanpa penghuni. Yang terlihat hanya beberapa orang muda dan orang tua duduk di halaman rumah dalam posisi penuh awas.

Ratusan warga Desa Nobo khususnya sudah memilih mengungsi di Posko Pengungsian di Kantor Desa Konga sejak beberapa hari lalu.

Pasca erupsi dasyarat pada Selasa (9/1/2024) pukul 23.00 Wita dan Rabu (10/1/2024) pukul 02.31 Wita dini hari, ratusan warga Desa Nurabelen mengungsi baik di Posko Pengungsian di Kantor Desa Konga maupun Kantor Desa Riang Rita, desa tetangga terdekat.

Baca Juga :  Menuju Titik Balik (Refleksi: Mgr. Paulus Budi Kleden Pulang Kampung Waibalun)

Penelusuran Florespos.net, Rabu (10/1/2024) siang, sedikitnya 544 warga Desa Nurabelen, baik laki-laki, perempuan, tua muda, dan anak-anak mengungsi di Kantor Desa Riang Rita.

Mereka tidur beralaskan terpal dan kain seadannya di lantai ruang Balai Desa Riang Rita dan Poskesdes Riang Rita. Petugas Kesehatan dan anggota Polisi tampak berada di Balai Desa Riang Rita mengurus ratusan warga tersebut.

“Dari tadi malam sampai pagi tadi kami di Kantor Desa Riang Rita. Tadi malam bunyi gemuruh besar sekali dan ada keluar api di Gunung Lewotobi Laki-laki membuat kami menjauh mencari tempat aman,” kata Lukas Reten Kenoba, salah satu warga Nurabelen yang mengungsi di Kantor Desa Riang Rita, Rabu sore.

Data yang dihimpun Rabu (10/1/2024) pagi, warga terdampak yang mengungsi berjumlah 5.057 jiwa. Jumlah ini belum termasuk warga terdampak yang mengungsi pasca erupsi dasyat disertai lontaran lava pijar Selasa dan Rabu.

Baca Juga :  Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Berstatus Siaga, Mulai Tampak Leleran Lava

Selain rumah warga di Desa Hewa, Desa Boru Kedang dan Desa Pululera, warga terdampak mengungsi terpusat di Posko SMPN Wulanggitang, Boru, Kecamatan Wulanggitang dan Kantor Desa Konga, Kecamatan Titehena.

Sementara Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Rabu (10/1/2024) sore melaporkan terjadi lagi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada pukul 17:06 Wita.

Namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini ±  27 detik.

“Saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level IV (Awas),” demikian rilis Pos PGA Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera.

Pos PGA Lewotobi Laki-laki mengimbau masyarakat tetap berada di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kaca mata).

Masyarakat di sekitar perlu mewaspadai potensi banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA