LARANTUKA, FLORESPOS.net-Wilayah terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meluas.
Meluasnya wilayah terdampak langsung itu terjadi pasca erupsi dasyat disertai lontaran lava pijar pada Selasa (9/1/2024) hingga Rabu (10/1/2024) dini hari.
Sebelumnya, wilayah terdampak langsung hanya empat desa di Kecamatan Wulanggitang, masing-masing Klatonlo, Hokeng Jaya, Boru, Nawokote dan satu desa di Kecamatan Ilebura, yakni Dulipali.
Kini meluas atau bertambah dua desa di Kecamatan Ilebura, yakni Nobo dan Nurabelen.
Pantauan Florespo.net, Rabu (10/1/2024) siang hingga malam, wilayah Desa Nobo dan Desa Nurabelen berlumuran asap dan abu vulkanik.
Jika berada di Desa Nobo dan Desa Nurabelen, terdengar jelas bunyi gemuruh dari dalam Gunung Lewotobi Laki-laki dan bau belerang yang sangat menyengat.
Rumah-rumah warga di dua desa tersebut nyaris kosong tanpa penghuni. Yang terlihat hanya beberapa orang muda dan orang tua duduk di halaman rumah dalam posisi penuh awas.
Ratusan warga Desa Nobo khususnya sudah memilih mengungsi di Posko Pengungsian di Kantor Desa Konga sejak beberapa hari lalu.
Pasca erupsi dasyarat pada Selasa (9/1/2024) pukul 23.00 Wita dan Rabu (10/1/2024) pukul 02.31 Wita dini hari, ratusan warga Desa Nurabelen mengungsi baik di Posko Pengungsian di Kantor Desa Konga maupun Kantor Desa Riang Rita, desa tetangga terdekat.
Penelusuran Florespos.net, Rabu (10/1/2024) siang, sedikitnya 544 warga Desa Nurabelen, baik laki-laki, perempuan, tua muda, dan anak-anak mengungsi di Kantor Desa Riang Rita.
Mereka tidur beralaskan terpal dan kain seadannya di lantai ruang Balai Desa Riang Rita dan Poskesdes Riang Rita. Petugas Kesehatan dan anggota Polisi tampak berada di Balai Desa Riang Rita mengurus ratusan warga tersebut.
“Dari tadi malam sampai pagi tadi kami di Kantor Desa Riang Rita. Tadi malam bunyi gemuruh besar sekali dan ada keluar api di Gunung Lewotobi Laki-laki membuat kami menjauh mencari tempat aman,” kata Lukas Reten Kenoba, salah satu warga Nurabelen yang mengungsi di Kantor Desa Riang Rita, Rabu sore.
Data yang dihimpun Rabu (10/1/2024) pagi, warga terdampak yang mengungsi berjumlah 5.057 jiwa. Jumlah ini belum termasuk warga terdampak yang mengungsi pasca erupsi dasyat disertai lontaran lava pijar Selasa dan Rabu.
Selain rumah warga di Desa Hewa, Desa Boru Kedang dan Desa Pululera, warga terdampak mengungsi terpusat di Posko SMPN Wulanggitang, Boru, Kecamatan Wulanggitang dan Kantor Desa Konga, Kecamatan Titehena.
Sementara Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Rabu (10/1/2024) sore melaporkan terjadi lagi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada pukul 17:06 Wita.
Namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi sementara ini ± 27 detik.
“Saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level IV (Awas),” demikian rilis Pos PGA Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera.
Pos PGA Lewotobi Laki-laki mengimbau masyarakat tetap berada di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kaca mata).
Masyarakat di sekitar perlu mewaspadai potensi banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. *
Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus










