Nestapa Petani Flotim Hadapi Kekeringan Panjang yang Belum Berujung - FloresPos Net

Nestapa Petani Flotim Hadapi Kekeringan Panjang yang Belum Berujung

- Jurnalis

Selasa, 2 Januari 2024 - 20:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Gagal panen dan bayang-bayang malapetaka kelaparan besar kini dihadapi petani di kabupaten kepulauan Flores Timur (Flotim), NTT. Memasuki awal tahun baru 2024 tampaknya mayoritas petani di wilayah tersebut belum berani bercocok tanam.

Bumi yang kita pijak dan huni masih saja “membara”. Kekeringan belum juga berujung. Sampai kapan curah hujan mulai normal.

Awal hujan yang tebal menggantung di angkasa  sirna seketika diusir tipuan deras angin atmosfir bumi. Hujan yang turun masih sebatas gerimis kecil. Redah seketika lantas luapan panas bumi kian menggila.

Cuaca ekstrem kekeringan panjang ini menurut klarifikasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMkG) Jakarta disebabkan efek El Nino.

Peringatan BMKG melalui situsnya soal fenomena El Nino bahwa puncak musim kemarau bakal lebih kering. Kondisi ini tidak saja terjadi di wilayah Indonesia tapi dihadapi beberapa negara di dunia.

Menghadapi geliat alam yang ekstrem secara massif itu, Dwikorita mengharapkan Pemerintah Daerah perlu segera melakukan aksi mitigasi dan kesiapsiagaan dini.

“Lahan pertanian berisiko mengalami puso (gagal panen) akibat kekurangan pasokan air saat fase pertumbuhan tanaman di ladang tadah hujan,” katanya.

Dampak El Nino di Indonesia

Menurut BMKG, El Nino secara alamiah meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah, dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia. Singkatnya El Nino memicu kekeringan.

Baca Juga :  Program 100 Hari, Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur Serius Perkuat Daya Birokrasi

Wilayah Indonesia terjadinya secara umum. BMKG prediksi El Nino akan bertahan sampai April bahkan Mei 2024 dengan intensitas semakin menurun atau melemah.

“Tahun 2023 adalah tahun penuh rekor temperatur. Kondisi ini tidak pernah terjadi sebelumnya di mana heat wave (gelombang panas) terjadi di banyak tempat secara bersamaan,” ungkap Ketua BMKG Jakarta, Dwikorita Karnawati.

BMKG menyatakan fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang datang dalam waktu bersamaan diprediksi membuat puncak musim kemarau tahun 2023 lebih kering dari sebelumnya.

Curah hujan pada kategori rendah bahkan sangat rendah. Imbasnya lanjut Dwikorita, ancaman gagal panen pada lahan pertanian. Situasi ini berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional.

Para petani kecil d wilayah kepulauan Flotim  terbilang tandus itu belum bisa prediksi dan mengambil keputusan untuk kapan mulai menugal (menanam).

Suasana pesta sukacita perayaan Natal dan Tahun Baru 2024 juga masih “membara”. Seakan efek El Nino juga merasuk nurani masyarakat yang merayakan.

Mudah-mudahan euforia hura-hura pesta, tidak memengaruhi pikiran petani lupa membersihkan gulma di lahan mereka sebelum datangnya curah hujan normal.

Cuaca ekstrem El Nino yang berdampak  kekeringan panjang hingga akhir tahun 2023 kini masih menghantui nurani kaum petani di Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT.

Kondisi terkini sampai dengan awal tahun 2024, mayoritas Flotim yang meliputi tiga daratan yakni Pulau Adonara, Pulau Solor, dan Flotim daratan, belum berani bercocok tanam lantaran hujan yang turun masih bersifat gerimis.

Baca Juga :  Selamat Datang Penjabat Bupati Flotim Sulastri Rasyid, Ini PR Delapan Bulan Kedepan

Pantauan wartawan Florespos.net ada segelintir petani di Adonara, Solor dan daratan Flotim yang pernah menikmati sedikit hujan sudah menanam pada awal Desember 2023 namun karena kondisi panas yang menyengat, semua tanaman jagung, padi, kacang tanah, dan stek ubi kayu yang dibenamkan kini  layu dan kering terpanggang terik mentari.

Secara terpisah di temui media ini, para petani “Pulau Batu” Solor mengeluhkan nasib mereka bakal gagal tanam dan dan gagal panen karena masih didera cuaca panas  dibandingkan musim tanam tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun 2024 ini kita semua pasti menghadapi kelaparan besar karena sampai awal tahun baru ini, belum ada petani menanam di ladang dan kebun jagung,” gerutu petani Maksimus Tage kelahiran Boawae, Kabupaten Nagekeo yang sudah 30-an tahun berdomisili di Desa Balaweling II, Kecamatan Solor Barat.

Petrus Hera, petani Desa Kawalelo, Kecamatan Demon Pagong juga mengaku di desanya rata-rata petani telah mempersiapkan lahan tanam, namun masih menunggu datangnya hujan. Hujan yang turun di wilayah Kawalelo baru dua kali, itul oun tidak lebat.

“Dibanding musim tanam 2022/2023 petani di desa kami sudah menanam dari akhir November 2022,” kata Petrus. *

Penulis: Frans Kolong Muda I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup
Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)
OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II
Akses Inklusif Masih Terbatas, Ribuan Pelari Dorong Kesetaraan bagi Anak Disabilitas Lewat Run for Equality 2026
Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Berita ini 146 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:37 WITA

Diperkuat Pemain Eks Ben Mboi Cup, Putri Carmel Menang atas Quen VBC di Soekarno Cup

Senin, 27 Juli 2026 - 11:16 WITA

Berkarya dengan Kompetensi, Berdampak untuk Lewotana (Pembekalan PKL Mahasiswa Fakultas Teknologi IKTL)

Senin, 27 Juli 2026 - 10:54 WITA

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Juli 2026 - 10:49 WITA

Akses Inklusif Masih Terbatas, Ribuan Pelari Dorong Kesetaraan bagi Anak Disabilitas Lewat Run for Equality 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Berita Terbaru

Nusa Bunga

OMK Moni Sukes Gelar Turnamen Voli HTSPM Cup II

Senin, 27 Jul 2026 - 10:54 WITA

Opini

Pertobatan Hati untuk Solidaritas Persaudaraan Global

Senin, 27 Jul 2026 - 06:33 WITA