Hujan Abu Vulkanik Erupsi Lewotobi Guyur Wulanggitang Flores Timur - FloresPos Net

Hujan Abu Vulkanik Erupsi Lewotobi Guyur Wulanggitang Flores Timur

- Jurnalis

Selasa, 2 Januari 2024 - 09:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LARANTUKA, FLORESPOS.net-Hujan abu vulkanik setebal 2 centimeter erupsi gunung Lewotobi mengguyur wilayah Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (2/1/2024) pagi.

Pantauan Florespos.net, Senin (1/1/2024) malam sekitar pukul 19.00 Wita hingga Selasa (2/1/2024) pukul 09.00 Wita hujan abu vulkanik setebal 2 centimer masih terus terjadi di wilayah Kecamatan Wulanggitang.

Bahkan, abu vulkanik itu berterbangan ke arah barat hingga sebagian Nebe dan Talibura di Kecamatan Talibura, wilayah Kabupaten Sikka, perbatasan dengan Kabupaten Flores Timur

Baca Juga :  Menko PMK Pratikno Tinjau Lokasi Pembangunan Hunian Sementara Pengungsi Lewotobi
Hujan abu vulkanik di Boru Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Selasa (2/1/2024)

Warga pengungsi dan warga lainnya mengenakan masker, topi, helm, payung dan tutup kepala lainnya.

Data Sementara Warga Mengungsi

Sementara itu data yang dihimpun Florespos.net, warga yang mengungsi akibat erupsi Lewotobi sejak Senin hingga Selasa pagi tercatat 1.931 jiwa.

Baca Juga :  Akhir Bahagia Puncak HUT ke-61 di Flores Timur, Lima Mantan ASN Resmi Gabung Partai Golkar

Warga pengungsi ini tersebar di beberapa posko dan rumah warga.

Masing-masing: Kantor Camat Wulanggitang berjumlah 537 jiwa, SDK Kemiri 134 jiwa, SMPN Wulanggitang 144 jiwa, CU Remaja Hokeng 46 jiwa, Polsek Boru 48 jiwa, Koramil Boru 23 jiwa, Rumah warga di Boru 532 jiwa, rumah warga di Desa Boru Kedang 274 jiwa dan rumah warga di Desa Purulera 193 jiwa. *

Penulis: Wentho Eliando I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat
Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU
Reses di Ende, Oktovianus Moa Mesi Serahkan Hand Traktor Bantuan Julie Laiskodat ke Petani
Disnakertrans Sikka Gelar Mini Job Fair di Waigete, Fasilitasi Warga Jadi Pekerja Resmi
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:11 WITA

Puso, 100 Hektar Tanaman Padi dan Jagung di Manggarai Barat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Sajikan Kopi Juria Colol, Rumah Wunut Buka Cabang di Maumere, Dukung Misi Lingkungan dan Kemanusiaan LSM ILMU

Berita Terbaru

Feature

Menjaga ‘Tungku Perjumpaan’

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:38 WITA