RUTENG, FLORESPOS.net-Program Curhatan Polres Manggarai, NTT, untuk berbagi informasi baik mendengarkan suara arus bawah maupun menyampaikan pesan-pesan dan peringatan penting untuk publik sudah jalan selama ini.
Terbaru, pada Jumat (22/12/2023) jajaran Polres berkesempatan bercurhatan dengan lingkungan pendidikan di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Manggarai.
Momen bertajuk ‘Jumat Curhatan, Mencari Berkah Jumatan, Bekerja di Hulu, Berpikir Proaktif, Menjaga Soliditas’ berlangsung lancar dan aman.
Kegiatan itu sendiri diawali dengan ritual adat penerimaan yang dipimpin Kadis Frans Gero bersama Sekretaris Wens Sedan bersama staf ketika Kapolres AKBP Edwin Saleh dengan sejumlah perwira dari Polres Manggarai tiba di Dinas Pendidikan.
Acara curahatan itu tidak berlangsung lama karena Kapolres Edwin sudah mempunyai agenda kerja yang lain dalam waktu yang sama.
Dengan itu, tidak banyak keluh kesah disampaikan dalam momen itu, selain yang disampaikan Kadis Frans Gero di hadapan jajaran Polres Manggarai.
Kadis Frans Gero mengatakan, jajarannya mengapresiasi karena Polres Manggarai bisa memilih Dinas PPO menjadi tempat kunjungan ‘Jumatan Curhatan’. Momen ini kiranya dimanfaatkan dengan baik untuk berbagi informasi.
“Kami ucapkan terimakasih karena dikunjungi Kapolres dan jajarannya. Mari, kita manfaatkan kesempatan ini dengan baik,” katanya.
Dikatakan, saat ini yang paling penting bagi unsur Dinas Pendidikan adalah mendengar dan menyimak dengan baik pesan-pesan dan arahan yang disampaikan Polres dalam rangka membangun kinerja yang lebih baik.
Pesan paling penting untuk jajaran pendidikan, yakni jika ada suatu pekerjaan dan ada dugaan yang melanggar, maka sikap yang diambil harus kooperatif.
Sedangkan Kapolres Edwin mengatakan, dalam kegiatan yang dilakukan ini, ada tiga hal yang menjadi perhatian, yakni soal Kamtibmas yang harus dijaga;
Lalu, soal pengelolaan anggaran di Dinas PPO yang diketahui sangat besar agar diurus secara baik dan tidak keluar dari koridor aturan yang berlaku;
Dan, membangun kerja sama, kordinasi, komunikasi, kolaborasi, dan bersinergi.
“Untuk kelola anggaran, saya ingatkan untuk jauhi tindakan yang bisa saja melanggar seperti dugaan mark up, fiktif, dan tidak transparan,” katanya.
Kapolres Edwin Saleh ketika itu meminta siapapun agar tidak sungkan berbicara yang berkaitan dengan percepatan pembangunan daerah ini.
Jika ada soal publik, maka tidak boleh didiamkan. Semua elemen harus duduk bersama untuk memecahkan permasalahan itu sehingga bisa, mendapatkan solusi untuk kebaikan dan kemajuan daerah ini. *
Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando










