RUTENG, FLORESPOS.net – Fenomena baru pencurian di Manggarai, NTT tidak terjadi malam hari, tetapi siang saat warga kota sedang sibuk-sibuknya.
Kejadiannya, seorang pelajar nekad mencuri sepeda motor rekannya sesama pelajar di Kota Ruteng di siag bolong, Selasa (28/11/2023).
Dihubungi wartawan, Senin (4/12/2023), Kapolres AKBP Edwin Saleh melalui Humas Ipda I Made Budiarsa mengatakan, kasus pencurian sepeda motor itu terungkap pasca pemiliknya melapor ke Polres Manggarai setelah memergoki motor pada salah satu stan toko pakaian di kompleks Pasar Puni, Ruteng.
“Hari Minggu (3/12/2023), pemilik sepeda motor melapor ke Polres setelah menemukan kendaraannya di kompleks Pasar,” katanya.
Dikatakan, polisi bergerak cepat untuk mengamankan barang bukti dan mencari pencurinya.
Dalam hitungan jam, polisi menangkap pencurinya, GS (18), pria status pelajar yang berasal dari Bawe, Desa Lencur, Kecamatan Lamba Leda, Matim.
Korbannya, Antonio Gonsales (17), pelajar berasal dari Purang, Desa Pong Murung, Kecamatan Ruteng, Manggarai.
Barang bukti yang diamankan polisi, yakni sepeda motor supra fit warna hitam.No.Pol. EB 217 GI.No.Rangka.MH1HB42186KO65583. No.mesin: HB42E1073549.
Kronologi kejadian, demikian Humas Budiarsa, korban memarkir sepeda motornya di depan SMK Sadar Wisata Ruteng karena sedang masuk sekolah.
“Pas pulang sekolah, korban tidak lagi menemukan sepeda motornya,” katanya.
Dikatakan, korban langsung melaporkan ke Polres Manggarai atas kehilangan itu. Dan, polisi langsung melakukan penyelidikan merespons laporan korban.
Dalam perjalanan, korban menemukan sepeda motornya di toko pakaian di kompleks Pasar Puni, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong.
Korban menginformasikan hal itu ke Polres untuk mengecek sepeda motor tersebut.
Dalam hitungan menit, polisi menangkap pelaku dan langsung membawa ke Polres Manggarai.
“Pelaku dalam keterangannya kepada polisi mengakui perbuatannya,” katanya.
Sepeda motor itu dalam pengakuan pelaku diambil dan dibawa kabur ke kosnya. Selanjutnya, sepeda motor dipreteli dengan membongkar sayap dan bodi mortir agar tidak dikenali lagi pemiliknya. Sepeda motor kemudian disembunyikan di kos pelaku di Waso, Kelurahan Pau, Kecamatan Langke Rembong.
Sebelumnya, warga kota, Emil Dedi mengatakan, pencurian selalu meresahkan siapapun. Karena itu, polisi tetap harus sigap menyikapi bila ada laporan masuk. Pelakunya harus ditangkap dan harus masuk bui.
“Kita dukung terus polisi untuk bongkar dan tangkap terduga pelaku pencurian, termasuk dengan jaringannya. Pencurian sudah pasti selalu membuat kenyamanan siapapun terusik,” katanya. *
Penulis:Christo Lawudin/Editor: Anton Harus










