Hotel Terapung dan Sarang Burung Walet Sumber PAD Baru Manggarai Barat - FloresPos Net

Hotel Terapung dan Sarang Burung Walet Sumber PAD Baru Manggarai Barat

- Jurnalis

Rabu, 8 November 2023 - 13:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Sedikitnya 2 sumber penerimaan baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu hotel terapung dan sarang burung walet.

Kedua potensi PAD baru tersebut telah memiliki Peraturan Daerah (Perda), yaitu tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Mabar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mabar, Maria Yuliana Rotok mengatakan, tentang hotel terapung dan sarang burung walet termuat dalam Perda Mabar Nomor 6 Tahun 2023.

“Perdanya mungkin belum bisa eksekusi sekarang karena belum diundangkan. Mungkin Dua ribu dua puluh empat,” kata Yuliana Rotok kepada Florespos.net di Labuan Bajo, baru-baru ini.

Menurutnya, selama ini hotel terapung dan sarang burung walet belum menjadi sumber PAD oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar karena terkandas regulasi. Tetapi sekarang sudah ada aturannya.

Baca Juga :  Ombudsman NTT Harapkan Penentuan Sekda Ngada Tidak Mengganggu Kelancaran Pelayanan Publik

Untuk terus mendongkrak PAD Mabar, kata Kaban Rotok, salah satu kuncinya adalah pengawasan dan pemeriksaan pajak.

Pengawasan dan pemeriksaan tersebut, bekerja sama dengan stakeholder, berbagai pihak, di antaranya kepolisian, termasuk kejaksaan dan Kantor Prama Ruteng di Labuan Bajo, atasi masalah sumber daya manusia (SDM) Bapenda Mabar.

Ke depannya mungkin juga gandeng kaum akademisi- melibatkan mahasiswa untuk mengawasi wajib pajak.

Dan demi optimal realisasi pajak daerah juga melibatkan Pemerintah Kecamatan, Pemerinta Desa dan Kelurahan, instansi vertikal, berkoordinasi dalam bentuk tim Satgas. Juga dengan asosiasi yang berkaitan langsung dengan pajak/retribusi seperti PHRI, ASITA, HPI, dan lain-lain.

Baca Juga :  Menguntungkan Bertani Kedelai di Nggilat Manggarai Barat

Kemudian potensi PAD Mabar antara lain pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak relame, pajak pengeboran air tanah, dan pajak galian C.

Sedangkan retribusinya antara lain terkait jasa, seperti retribusi jasa umum, jasa usaha, dan retribusi jasa perijinan tertentu seperti persetujuan bangun gedung/izin mendirikan bangunan (PBG/IMB).

Menyinggung realisasi sementara PAD Mabar 2023, Kaban Yuliana Rotok mengungkapkan hingga Jumat 3 November telah mencapai Rp. 196,2 miliar dari target Rp. 333 milir lebih. *

Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Pemda Nagekeo dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta untuk Ahli Waris Sekdes Degalea
Sekolah Rakyat di Nagekeo Senilai Rp250 Miliar, Sekjen Kemensos: Lokasi Sangat Bagus
Meski Efisiensi Anggaran, Pemda Sikka Tetap Berusaha Penuhi Berbagai Program Prioritas
Kolaborasi Divers Alert Network, Kemenpar dan BPOLBF Perkuat SDM Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo
Sekjen Kemensos di Nagekeo: Sekolah Rakyat untuk Kemuliaan Wong Cilik, NTT Masuk 7 Besar Anak Putus Sekolah
Pemda Nagekeo Siapkan Lahan 8,1 Hektar untuk Sekolah Rakyat, Sekjen Kemensos: Segera Dibangun
Kemensos Salurkan Bantuan Rp308 Juta di Nagekeo, 30 Anak Terima Bantuan ATENSI
Sekjen Kemensos Tatap Muka dan Dialog di Nagekeo: ‘Negara Benar-Benar Hadir’
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:56 WITA

Pemda Nagekeo dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kematian Rp42 Juta untuk Ahli Waris Sekdes Degalea

Jumat, 17 April 2026 - 19:51 WITA

Sekolah Rakyat di Nagekeo Senilai Rp250 Miliar, Sekjen Kemensos: Lokasi Sangat Bagus

Jumat, 17 April 2026 - 19:37 WITA

Meski Efisiensi Anggaran, Pemda Sikka Tetap Berusaha Penuhi Berbagai Program Prioritas

Jumat, 17 April 2026 - 19:21 WITA

Kolaborasi Divers Alert Network, Kemenpar dan BPOLBF Perkuat SDM Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo

Jumat, 17 April 2026 - 16:12 WITA

Sekjen Kemensos di Nagekeo: Sekolah Rakyat untuk Kemuliaan Wong Cilik, NTT Masuk 7 Besar Anak Putus Sekolah

Berita Terbaru