STPM St Ursula, PLN UPK Flores dan Kelompok Peduli Lingkungan Hijaukan Pantura - FloresPos Net

STPM St Ursula, PLN UPK Flores dan Kelompok Peduli Lingkungan Hijaukan Pantura

- Jurnalis

Senin, 6 November 2023 - 14:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Untuk mendukung pelestarian lingkungan khususnya di wilayah pantai dan kesejahteraan sosial masyarakat lembaga pendidikan STPM St Ursula Ende dan PLN UPK Flores melakukan kegiatan penghijauan dengan menanam mangrove di wilayah utara Kabupaten Ende.

Kolaborasi antar dua lembaga ini juga melibatkan kelompok lain seperti forum Peduli Risiko Bencana, Adaptasi Perubahan Iklim dan Koalisi Orang Muda Perubahan Iklim serta Kelompok Masyarakat Dau Jadi Desa Nabe.

Elemen-elemen peduli lingkungan ini menanam 2.000 anakan mangrove di Desa Nabe, Kecamatan Maukaro pada Selasa (31/10/2023) lalu.

Anakan mangrove yang ditanam tidak hanya berfungsi sebagai penahan abrasi di bibir pantai, tetapi juga sebagai pelindung jalan trans Maumere-Mbay.

Kegiatan ini menunjukkan kepedulian nyata PLN dan STPM St Ursula terhadap berbagai masalah lingkungan untuk mencegah erosi.

Penanaman mangrove ini menjadi bagian dari solusi kompleks untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mulai dari mencegah sedimentasi berlebihan hingga menjadi pencegah alami dari bencana hidrometeorologis seperti banjir.

Manager PLN UPK Flores, Andi Martha Siswahyudi menyampaikan kegiatan ini sebagai  wujud komitmen PLN dalam menjalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

“Kami berkomitmen mendukung dan berpartisipasi dalam upaya penyelamatan dan perlindungan lingkungan hidup, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang telah ditentukan PBB sebagai agenda dunia,” katanya.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat pada kegiatan ini. Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat dan dampak bagi yang lain.

Baca Juga :  Baru Awal Tahun, Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan  di Nagekeo Sudah 8 Kasus

Ketua STPM St Ursula Ende, Yulita Eme, S.Sos, M.Si menyampaikan terima kasih atas kolaborasi bersama PLN dan forum serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif di Desa Nabe.

“STPM tidak bisa berjalan sendiri dalam kegiatan ini, tetapi dengan PLN dan koalisi masyarakat yang ada seperti Koalisi Orang Muda Perubahan Iklim (KOPI), Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Ende (FPRB) serta masyarakat, kegiatan hari ini dapat terlaksana,” ujarnya.

Yulita juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh insan yang mendukung kegiatan ini, dapat berjalan dengan lancar dan aman.

“Terima kasih kepada Bapak Camat dan warga yang bersedia menerima program hari ini. Terima kasih untuk kita semua, semoga perjumpaan kita membuat kita lebih bersama-sama menjaga lingkungan untuk kehidupan masyarakat”.

“Bersyukur warga Nabe mempunyai 2 sumber kehidupan baik dari laut maupun dari darat. Ini menjadi perhatian kita semua menjaga lingkungan. Semoga kegiatan hari ini menjadi pendorong bagi kita untuk menjaga lingkungan dan mendorong sirkuler ekonomi,” tutup Yulita.

Kepala Desa Nabe Yohanes menyampaikan terima kasih atas kepedulian semua pihak yang sudah bergabung dalam kegiatan penanaman mangrove.

Era pembangunan saat ini, kata dia, kolaborasi menjadi penting dan kegiatan hari ini terlaksana karena kolaborasi berbagai pihak.

“Kita akan agendakan perawatan mangrove yang sudah ditanam dalam diskusi Desa, sehingga semua aparat turut mengawasi hasil kegiatan hari ini. Warga di sekitar lokasi agar merawat dan menjaga anakan yang sudah ditanam dan jangan segan mengambil tindakan bila ada yang merusak anakan,” katanya.

Baca Juga :  UPTD Pendapatan Ende Diberikan Target Rp 53 Miliar, Alfons: Kami Kerja Keras

Hironimus Pala selaku Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim Kabupaten Ende menyampaikan rasa syukur dan senang menanam mangrove.

Karena, menjadi hal baik yang dapat ditinggalkan untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

“Terima kasih dan apresiasi kepada kita semua yang sudah berpartisipasi dalam menjaga lingkungan. Mangrove selain menjaga bibir pantai juga menjadi rumah kehidupan untuk udang, ikan, siput, kepiting dan biota air lainnya. Semoga anakan mangrove tumbuh dan memberi manfaat bagi kita semua,” katanya.

Senada diungkapkan Hilarius Konsa selaku Ketua Kelompok Dau Jadi (Harus Jadi) di Desa Nabe. Dia menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan partisipasi semua yang melakukan penanaman mangrove tersebut.

“Sebelumnya, kami pernah menanam mangrove di lokasi yang sama, namun gagal. Dari kegagalan tersebut kami termotivasi untuk membentuk kelompok Dau Jadi (harus jadi) dan menjadi motivasi bagi kami bahwa apapun yang kami lakukan harus berhasil.”

“Dari kegagalan sebelumnya, kami sudah mengetahui penyebab gagal tumbuh dan untuk penanaman yang baru saja kita lakukan, pasti tumbuh karena cara menanamnya berbeda dengan yang sebelumnya serta bantuan pengawasan dari Kecamatan, Desa dan masyarakat sekitar,” kata Konsa. *

Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928
Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung
Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada
Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores
Dari Seminar Nasional: STIPAS St. Sirilus Ruteng Bangun Komitmen Teknologi Harus Disertai Etika, Integritas Akademik, dan Penghormatan Martabat Manusia
Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko
Banyak Irigasi Tanah, Tanaman Padi di Manggarai Barat Alami Kekeringan
Kekeringan ‘Memaksa’ Manggarai Barat Kehilangan Produksi Padi 423,4 Ton
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Pemuda Sikka Diminta Teladani Semangat 1928

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:54 WITA

Empat Pelajar SMAN 2 Maumere Lolos Mengikuti Festival Sains Nasional di Bandung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:51 WITA

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Camino de Flores Tutup Perjalanan Ziarah 70 Kilometer, Tinggalkan Jejak Kepedulian bagi Flores

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Warga Keluhkan Limbah dan Bau dari Industri Tahu Tempe Milik Krakatau di Lokoboko

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Longsor Terjadi di Bola, Wabup Sikka Himbau Warga Selalu Waspada

Rabu, 28 Okt 2026 - 19:51 WITA