BORONG, FLORESPOS.net-Aneka tanaman hias yang ditanam di sepanjang jalur jalan utama menuju Kantor Bupati Manggarai Timur banyak yang mati karena tidak disirami air selama musim kemarau yang melanda Kota Borong.
Pantauan Florespos.net, Senin (30/10/2023) di sepanjang jalur utama dari Kampung Kembur menuju Kantor Bupati Manggarai Timur di Lehong, terlihat banyak bunga yang mengering, layu dan mati.
Robert Kristian, warga yang ditemui di jalur tersebut mengatakan, pemerintah terkesan membiarkan bunga di sepanjang jalur tersebut mati.
“Saat ini musim kemarau sangat panjang dan sudah lama pohon tidak disirami air, akibatnya banyak yang layu hingga mati,” katanya.
Robert mengatakan, di beberapa titik bisa ditemukan tanaman dengan kondisi memprihatinkan, bunga tidak diatur dengan baik, ada yang mati, namun tidak diganti dengan menam yang baru.
Pemerintah sudah membangun dengan median yang berfungsi untuk menanam, namun tanaman tidak dirawat dengan baik. Dia juga berharap dinas teknis segera menyiram tanaman tersebut sebelum semuanya mati.
“Kasian ada begitu banyak tanaman mati karena tidak disiram,” katanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kasmir Aryanto Dalis yang dihubungi Florespos.net mengatakan, tanaman banyak yang mati akibat kemarau terlalu lama bahkan hingga saat ini kota Borong belum turun hujan.
Selain itu, dana yang dimiliki Dinas DLH Manggarai Timur sendiri sangat terbatas. Pihaknya berusaha menyelamatkan tanaman bunga yang masih ada agar terus bertahan hidup hingga musim hujan tiba.*
Penulis: Albert Harianto/Editor: Anton Harus










