LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) belum bisa menggelar pasar murah beras dan sejumlah pangan lain di seluruh Mabar karena keterbatasan anggaran.
Pasar murah beras, gula pasir dan minyak goreng yang dilakukan Pemkab Mabar selama Oktober 2023 hanya dipusatkan di Labuan Bajo ibu kota Mabar.
Kegiatan ini untuk menstabil/menormalkan harga beras di pasaran setempat yang cenderung naik tajam.
Pasar murah beras tersebut bekerja sama dengan Bulog setempat selaku pemilik barang, antara lain beras, gula pasir, minyak goreng.
Wakil Bupati (Wabup) Mabar, Yulianus Weng kepada Florespos.net di Labuan Bajo baru-baru ini ungkapkan, upaya Pengendalian harga beras di daerah itu yang dikabarkan terus melambung, Pemkab Mabar kerja sama dengan Bulog setempat.
Kegiatan pasar murah beras dan berbagai pangan lainnya untuk sementara dipusatkan di Labuan Bajo, ibu kota Mabar.
Sedangkan di kecamatan-kecamatan atau di pulau-pulau berpenduduk di Mabar untuk sementara belum, butuh ongkos.
Di antaranya biaya mobil dan kapal laut pengakut beras, gula pasir, dan minyak goreng hingga tempat tujuan/masyarakat sasaran.
Pemkab Mabar melalu OPD-OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait terus mencari solusinya terkait ini, agar pasar murah beras, gula pasir, dan minyak goreng digelar juga di kecamatan- kecamatan, pulau-pulau.
Pasar murah beras dan lainnya, Pemkab Mabar bekerja sama dengan Bulog Labuan Bajo Mabar, karena Bulog yang punya barang, yakni beras dan lain-lain, kata Wabup Weng.
Secara terpisah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Mabar, mengatakan, kegiatan pasar murah beras, gula pasir dan minyak goreng 2023 akan digelar sebelum Natal 25 Desember akan datang. Hanya dilakukan sekali dan dipusatkan di masing-masing ibu kota kecamatan.
Selama Oktober 2023, operasi pasar murah beras, gula pasir, dan minyak goreng di Mabar berpusat di bebarapa titik di Labuan Bajo. Di antaranya di Pasar Rakyat Batu Cermin, Waterfront, di halaman Kantor Dinas Cipta Karya.
Pada kegiatan Pasar murah selama ini, khusus beras habis sekitar 20-an ton dengan harga Rp. 11 ribu per kilogram. Jumlah kegiatan sekitar 5 kali, pembelian menggunakan sistim kupon.
Sehubungan dengan kegiatan pasar murah beras, gula pasir, minyak goreng, Pemkab Mabar, dalam hal ini Dinasnya, kata Kadis Bagung, bekerja sama dengan Bulog Labuan Bajo.
Tujuannya untuk mengendalikan harga beras di pasaran setempat yang terus melambung, jauh di atas harga beras pasar murah, ujar Kadis Bagung.
Pada tempat terpisah, hal senada dikatakan Kepala Bulog Labuan Bajo, Pier Solissa. *
Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando










