LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemandangan menarik terlihat di kawasan wisata alam Gua Batu Cermin Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, Kamis (14/9/2023). Betapa tidak, banyak kera/monyet yang mengais dan berebutan makanan sisa di gunungan sampah setempat saat itu.
Obyek wisata alam Gua Batu Cermin berada di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Mabar. Desa ini juga bagian dari Labuan Bajo, ibu kota Mabar yang dibaptis kota super premium atas alasan pariwisata.
Kesaksian media ini ketika itu, aneka sampah tersebut ditumpuki di pertigaan jalan menuju Kantor Desa Batu Cermin yang jaraknya sekitar 10 meter. Bau busuk menyengat.
Saat itu sekitar jam 13.33 Wita. Suasana tampak sepi. Jalanan setempat terlihat lengang, cuaca mulai gerimis yang kemudian disusul hujan ringan.
Waktu itu pula hanya seorang yang melintasi jalan tersebut. Pria bersangkutan mengendarai kendaraan roda 2/sepeda motor menuju arah Kantor Desa Batu Cermin yang tak jauh di tumpukan sampah tersebut.
Namun sekitar 10 ekor kera tersebut secepat kilat mengambil langka seribu dari tumpukan sampah dan menyelinap di antara semak belukar dan rumpunan bambu berduri yang bahasa setempatnya disebut “to’e”.
Peristiwa dimaksud terjadi ketika Florespos.net berdiri jarak sekitar 7 meter dari gunungan sampah dan siap mengambil gambar atas momen langkah tersebut, kera dan gunungan sampah di obyek wisata alam di tengah Kota Labuan Bajo tersebut. Di antara monyet-monyet itu ada yang sempat bersuara krak-krak-krak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mabar, Sebas Wantung ketika dihubungi per telepon gagal dapat Jawaan. Dinas ini menangani sampah di Mabar.
Sekretaris Dinas LHK, Bona Ardin menanggapi media ini per telepon berjanji segera menyampaikan kepada Kadisnya, dan mungkin Kadisnya akan menghubungi Florespos.net kembali terkait sampah dan kera dimaksud.
Tetapi hingga berita ini dikirim ke redaksi sekitar pukul 15.03 Wita tak ada kabar, baik dari Kadis Wantung maupun Ardin. *
Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando










