LARANTUKA, FLORESPOS.net-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Flores Timur, NTT, melaksanakan Uji Kompetensi kenaikan jenjang jabatan fungsional kesehatan selama tiga hari, 22-24 Agustus 2023, di Rumah Bina Saron Keuskupan Larantuka.
Uji Kompetensi diikuti 73 tenaga kesehatan berasal dari Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Manggarai Barat ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur, dr. Agustinus Ogie Silimalar, Selasa (22/8/2023).
Ketua Tim Bidang Perencanaan Uji Kompetensi, Beato Lamawuran, SKM., mengatakan kompetensi merupakan kemampuan kerja setiap ASN mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang mutlak diperlukan dalam melaksanakan tugas-tugas jabatan.
Kata Beato, untuk menilai kompetensi pejabat fungsional kesehatan, dilakukan Uji Kompetensi jabatan fungsional kesehatan. Ujian ini juga menjadi salah satu persyaratan dalam perpindahan jabatan, kenaikan jenjang jabatan, alih kategori, perpindahan jabatan dan promosi.
Tujuan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja pejabat fungsional kesehatan yang dilakukan oleh tim penguji dalam rangka memenuhi syarat kenaikan jenjang jabatan setingkat lebih tinggi.
Beato mengatakan, Dinkes Flores Timur telah melaksanakan uji kompetensi kenaikan jenjang jabatan fungsional sejak Januari tahun 2018 atau sudah berlangsung sebanyak 5 kali, yaitu tahun 2018, 2019 (dua kali), 2021 dan 2022.
Pada tahun 2023, Dinkes Flores Timur berdasarkan rekomendasi melaksanakan lagi uji kompetensi untuk 9 jabatan fungsional, yaitu Apoteker, Asisten Apoteker, Bidan, Fisioterapi, Nutrisionis, Perawat, Sanitasi Lingkungan, Terapis Gigi dan Mulut dan Pranata Laboratorium.
Beato menjelaskan, sebelum Uji Kompetensi tersebut, kata Beato, telah dilaksanakan sejumlah tahapan, yakni perencanaan, persiapan penyelenggaraan, verifikasi dan validasi calon peserta uji, permohonanan rekomendasi pelaksanaan.
Sementara Tim penguji untuk Uji Kompetensi itu, terdiri dari Penguji Jabatan Fungsional Apoteker 3 orang, Penguji Jabatan Fungsional Asisten Apoteker 3 orang, Penguji Jabatan Fungsional Bidan 3 orang, Penguji Jabatan Fungsional Perawat 3 orang, Penguji Jabatan Fungsional ATLM 3 orang, Penguji Jabatan Fungsional Fisioterapis 3 orang, Penguji Jabatan Fungsional TGM 3 orang, Penguji Jabatan Fungsional Sanitarian 3 orang.
Beato mengatakan, pada Uji Kompetensi itu, yang mendaftar 95 pejabat (Flores Timur, Manggarai Barat, Ende, Kota kupang). Lolos Berkas Administrasi dan syarat 75 Pejabat Fungsional terdiri dari Apoteker 13, Asisten Apoteker 3, Perawat 31, Bidan 19, ATLM 1, Fisioterapi 1, TGM 4 dan Sanitarian 4), Hadir Pembekalan dan Pra Ukom 73 Pejabat Fungsional terdiri dari Apoteker 13, Asisten Apoteker 3, Perawat 29, Bidan 19, ATLM 1, Fisioterapi 1, TGM 4 dan Sanitarian 4.
“Yang mengikuti Ukom (Kabupaten Sika ada 6 orang Perawat 4 orang, Asisten apoteker 1 orang dan TGM, Manggarai Barat 2 Orang masing Asisten apoteker, sisanya dari Kabupaten Flores Timur 65 orang tersebar di RSU dan Puskesmas,” kata Beato yang juga Kabid SDK pada Dinkes Flores Timur ini.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Flores Timur, dr Agustinus Ogie Silimalar sebelum membuka kegiatan mengatakan, Uji Kompetensi sangat penting bagi tenaga kesehatan.
Dia berharap, selain untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi diri, Uji Kompetensi tersebut juga dapat meningkatkan atau membuat semakin profesionalis tenaga kesehatan dalam pelayanan kepada masyarakat.
Ogie Silimalar juga berharap, para peserta yang sudah mengikuti ujian dapat menjadi narasumber bagi yang belum mengikuti sehingga bisa mengikuti Uji Kompetensi di masa mendatang. *
Penulis: Wentho Eliando / Editor: Anton Harus










