Catatan Manis Keberhasilan Indonesia Meningkatkan Upaya Kerja Sama Memerangi Kejahatan Lintas Negara - FloresPos Net

Catatan Manis Keberhasilan Indonesia Meningkatkan Upaya Kerja Sama Memerangi Kejahatan Lintas Negara

- Jurnalis

Jumat, 25 Agustus 2023 - 18:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Sebagai pemegang keketuaan ASEAN tahun 2023, Indonesia memainkan peranan penting dalam memimpin upaya-upaya penanggulangan kejahatan transnasional atau lintas negara di Kawasan.

Peranan ini mengemuka dan meninggalkan catatan yang manis keberhasilan Indonesia dalam mendorong upaya yang lebih intensif untuk memerangi kejahatan transnasional dalam sejumlah pertemuan tingkat tinggi.

Salah satunya adalah pertemuan setingkat menteri untuk menanggulangi kejahatan transnasional di ASEAN atau ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) yang ke-17, yang baru saja dilangsungkan di Labuan Bajo, NTT, pada 20-23 Agustus 2023.

Kadivhubinter Mabes Polri, Irjen Pol.Krishna Murti ungkapkan, selama kepemimpinan Indonesia di ASEAN, kemajuan signifikan telah dicapai dalam mengatasi masalah kompleks kejahatan transnasional, yang menimbulkan tantangan yang semakin besar bagi semua negara anggota.

Pada periode pasca pandemi, terbukti telah terjadi kebangkitan kembali kejahatan transnasional di wilayah kita. Hal ini membutuhkan tingkat kolaborasi yang kuat dari semua pihak yang terlibat untuk mengembangkan kebijakan yang dapat secara efektif mempersiapkan kita untuk menghadapi tantangan dan ancaman tersebut. Karena itu, penting bagi kita untuk tetap berada di depan para penjahat.

Kepemimpinan Indonesia pada pertemuan AMMTC ke-17 di Labuan Bajo ini telah berhasil mengadopsi 5 (lima) hal yang tertunda pada pertemuan sebelumnya, yaitu:

Pertama, Guiding Criteria and Modalities in Engaging External Parties for the ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC) and Its Subsidiary Mechanisms.

Kedua, Concept Note on the Review of Priority Areas and Optimization of SOMTC Voluntary Lead Shepherds Role.

Ketiga, Concept Note on Updating Annex I of the ASEAN Charter on the Nomenclature of SOMTC to read as “ASEAN Senior Officials Meeting on Transnational Crime.

Keempat, Guidelines for the Implementation of the Observer Status Granted to Timor-Leste in the AMMTC and its related meetings.

Baca Juga :  Uskup Maumere dan Romo Moko Bagikan Makanan Bergizi untuk Ratusan Balita Lintas Agama di Sikka

Kelima, ASEAN Multi-Sectoral Work Plan Against Trafficking in Persons (2023-2028) atau Bohol Work Plan 2.0 yang merupakan kelanjutan dari Bohol Work Plan 2016-2020 yang telah berakhir masa berlakunya tahun 2021 lalu.

Merupakan kebanggaan pada Keketuaan Indonesia tahun 2023, khususnya pada pertemuan AMMTC ke-17, para Menteri dalam Negeri dan Keamanan ASEAN telah mendeklarasikan 4 poin penting yang merupakan primadona dari hasil forum ini, yang juga sebagai penguatan dari deklarasi terkait TPPO dan isu kejahatan lainnya, yang telah dideklarasikan pada KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo.

Hal-hal dimaksud meliputi (1). Deklarasi Labuan Bajo tentang Mengedepankan Proses Penegakan Hukum dalam Memberantas Kejahatan Transnasional (Labuan Bajo Declaration on Advancing Law Enforcement Process in Combating Transnational Crime).

Deklarasi ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperkuat kerja sama penegakan hukum yang sudah terjalin selama ini di ASEAN dalam menghadapi tantangan kejahatan transnasional kedepan.

(2). Deklarasi ASEAN tentang Penguatan Kerja Sama dalam Melindungi Saksi dan Korban Kejahatan Transnasional (ASEAN Declaration on Strengthening Cooperation in Protecting Witnesses and Victims of Transnational Crime).

Deklarasi ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam memberikan perlindungan terhadap saksi dan korban kejahatan transnasional, agar saksi dan korban kejahatan tersebut mendapatkan perlindungan yang adil.

(3). Deklarasi ASEAN tentang Pengembangan Kemampuan Peringatan Dini dan Respons Dini Regional untuk Mencegah dan Melawan Bangkitnya Radikalisasi dan Ekstremisme Kekerasan (ASEAN Declaration on Developing Regional Early Warning and Early Response (EWER) Capability to Prevent and Counter the Rise of Radicalisation and Violent Extremism (PCRVE)).

Deklarasi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan para penegak hukum melalui kemampuan peringatan dini dan respon dini (EWER).

(4). Deklarasi ASEAN tentang pemberantasan Penyelundupan Senjata (ASEAN Declaration on Combating Arms Smuggling).

Baca Juga :  Rapat Kerja Pengawasan Masa Tenang di Flores Timur, Hanya Dua Parpol yang Hadir

Deklarasi ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dalam mencegah dan memberantas penyelundupan senjata di Kawasan ASEAN.

Pada pertemuan Konsultasi AMMTC dengan negara China, Jepang dan Korea serta Plus Three yang merupakan rangkaian pertemuan AMMTC ke-17, juga telah menyetujui untuk meninjau rencana kerja periode saat ini dan menindaklanjuti rencana kerja untuk periode berikutnya, yaitu:

Pertama, SOMTC + 3 Work Plan on Cooperation to Combat Transnational Crime (2024-2027).

Kedua, ASEAN Plus China Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC + China) Work Plan on Cooperation to Combat Transnational Crime (2024-2028).

Ketiga, Mendorong implementasi ASEAN Senior Officials Meeting (SOMTC)-Japan Work Plan on Cooperation to Combat Transnational Crime (2023-2027).

Keempat, Meninjau dan mendorong implementasi SOMTC-ROK Work Plan for Cooperation to Prevent and Combat Transnational Crime (2023-2025) in Realising the Transnational Component of the ASEAN-ROK Plan of Action to Implement the Joint Vision Statement for Peace, Prosperity and Partnership 2021-2025.

Indonesia juga mencatatkan tonggak sejarah kepemimpinannya dengan terlaksananya SOMTC Working Group on General Transnational Crime Matters (WG on GTCM) yang pertama yang dilaksanakan pada 20 Maret 2023 di Jakarta secara fisik.

Pertemuan ini dihadiri oleh peserta dari perwakilan SOMTC seluruh Negara Anggota ASEAN dan Sekretariat ASEAN. Pertemuan ini telah membahas sejumlah isu, mengeluarkan beberapa rekomendasi dan tindak lanjutnya.

Dari pertemuan ini telah tercipta pemahaman umum bahwa kejahatan transnasional terus menjadi ancaman yang signifikan terhadap keamanan global dan ada optimisme yang kuat akan peranan AMMTC dalam melanjutkan dan memimpin upaya regional dalam mengatasi ancaman kejahatan transnasional dan memberikan kontribusi positif dalam menjaga perdamaian dan keamanan global, tutup Irjen Krishna Murti. *

Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri
Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten
Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende
TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako
Keluarga Almarhum Alfonsius Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Sikka dan Semua Pihak yang Terlibat dalam Pemulangan Jenasah
Pemerintah Akan Laksanakan Upacara Penghormatan Saat Pemakanan Almarhum Alfonsius, Korban Penembakan KKB di Papua
Ratusan Warga Iringi Jenasah Almarhum Alfonsius Dari Bandara Menuju Rumah Duka
Kisah Ibu Dari Alfonsius Mengenang Putranya Yang Meninggal Ditembak KKB di Papua
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 10:02 WITA

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 September 2026 - 09:49 WITA

Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten

Minggu, 13 September 2026 - 15:44 WITA

Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende

Minggu, 13 September 2026 - 15:38 WITA

TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako

Minggu, 13 September 2026 - 15:34 WITA

Keluarga Almarhum Alfonsius Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Sikka dan Semua Pihak yang Terlibat dalam Pemulangan Jenasah

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 Sep 2026 - 10:02 WITA

Opini

Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:30 WITA