LABUAN BAJO, FLORESPOS.net – Bupati dan DPRD Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) setuju pemberian nama jalan Suster Virgula, SSpS di ibu kota Manggarai Barat-Labuan Bajo.
Hal itu sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa dan karya sosial kemanusiaan mendiang Sr. Virgula di Mabar pun di luar Mabar.
Menanggapi media ini di Labuan Bajo baru-baru ini, Bupati Mabar Edistasius Endi menegaskan, jasa Suster Virgula di Mabar khususnya, amat luar biasa.
Jasa dan karyanya Suster Virgula, ucap Bupati Edi, begitu membumi. Beliau bangun satu Rumah Sakit di Flores, urus dan rawat orang sakit kusta/lepra serta berbagai karya sosial kemanusiaan lainnya.
Menurut Bupati Edi, jasa Suster Virgula terlalu luar biasa. Sulit balas dengan uang atau material apapun. Karya sosial kemanusian biarawati satu ini begitu besar.
Bukti nyata kehadiran Sr. Virgula di Mabar di antaranya mendirikan Panti Asuhan Binongko Labuan Bajo. Panti yang menginduk pada Yayasan Santu Damian Cancar Kabupaten Manggarai itu hadir jauh sebelum Mabar ada. Mabar mekar dari Kabupaten Manggarai dan diresmikan 17 Juli 2003.
Atas pertimbangan-pertimbangan tersebut, sangat layak ada nama jalan Suster Virgula di Labuan Bajo ibu kota Mabar.
“Kita setuju, sepakat pemberian nama jalan Suster Virgula di Mabar, di Labuan Bajo. Ini bentuk apresiasi kita untuk dia. Hanya itu saja yang kita bisa berikan buat beliau,” kata Bupati Edi.
Sehubungan dengan hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar mungkin akan menyurati Kongregasi SSpS. Dan tampaknya banyak orang yng berkarya seperti Suster Virgula di tanah Manggarai Raya, tidak terkecuali di Mabar, ungkap Bupati Edi.
Kepala Dinas Perhubungan Mabar, Adrianus Gunawan sependapat dengan Bupati Edi.
Bupati Edi dimintai tanggapan atas Surat Ketua Yayasan St. Damian Cancar yang dialamatkan kepadanya tertanggal Cancar, 10 Juli 2023.
Surat nomor G-17/YSDC/VII/2023 itu berperihal: Pengusulan Nama Jalan Sr. Virgula SSpS. Suratnya dilengkapi cap dan tandatangan Ketua Yayasan St. Damian Cancar, Sr. Franseline M. Isabella Sabu, SSpS.
Surat dimaksud merupakan salah satu poin rekomendasi hasil seminar sehari di Labuan Bajo Ibu Kota Mabar pada 23 Juni 2023. Tema seminar ” Memaknai Ziara Pembebasan Sr. Virgula, SSpS Bagi Pengembangan Pusat Rehabilitasi Kusta/Cacat St. Damian Cancar.
Seminar digelar berkenaan peringatan 1 tahun berpulangnya Sr. Virgula, SSpS yang disatukan dengan acara kenduri.
Salah satu rekomendasi ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar. Isinya supaya mengabadikan nama Sr. Virgula, SSpS dalam salah satu ruas jalan di Labuan Bajo ibu Kota Mabar.
Yayasan St. Damian Cancar beralamat di RT. 04/RW.02 Kelurahan Wae Belang, Ruteng Manggarai. Florespos.net memperoleh Surat ini dari warga Labuan Bajo, Yosef Min Palem melalui WA baru-baru berlalu.
Marselinus Jeramun, Wakil Ketua II DPRD Mabar secara terpisah juga senada, setuju dan sepakat pemberian nama jalan Sr. Virgula di Labuan Bajo.
Diharapkan kepada Keuskupan Ruteng selaku otorita gereja local Manggarai supaya menyurati Pemkab dan DPRD Mabar terkait hal satu ini. Hal dimaksud terkait Perda Nama Jalan.
Juga meminta semua Kedutaan Besar berbagai Negara yang ada di Indonesia bertanggung jawab atas warganya yang bermisi/berkarya di NKRI.
“Setahu saya pemberian nama jalan harus ada Perda-nya. Tetapi nama jalan di Mabar, khusus di Labuan Bajo pasca pemekaran Mabar dari Manggarai 2003, pemberian nama jalan sepertinya tampa Perda,” tutup Jeramun.
Tentang Suster Virgula, anggota DPRD Mabar, Will Sukur, juga sependapat dengan Bupati Edi dan Wakil Ketua II DPRD Mabar Marselinus Jeramun.
Seperti diketahui, Suster Virgula pendiri Rumah Sakit Santu Rafael Cancar Kabupaten Manggarai dan Pusat Rehabilitasi Kusta/Cacat St. Damian Cancar. Berkarya di Cancar sejak 1965 hingga 2021. Beliau kembali ke rumah induk SSpS di Steyl Belanda Tahun 2021 dan meninggal tanggal 27 Juni 2022 di Belanda.
Pemerintah, baik Pemda Manggarai, Pemprov NTT maupun Pemerintah Pusat telah memberi piagam penghargaan maupun cincin emas sebagai apresiasi terhadap jasa-jasa Suster Virgula, tetapi dia tolak. *
Penulis: Andre Durung/Editor: Anton Harus










