LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Situasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) di Labuan Bajo, Rabu (2/8/ 2023) panas dan tegang sekian menit. Sesama wakil rakyat tertentu baku ambil gara-gara palu, suara melengking keras.
RDP tersebut berlangsung antara Komisi Dua DPRD Mabar dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar dibawah Pimpinan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Asiaten 2) Laurensius Y. A. Nabu.
Sidang dipimpin Ketua Komisi Dua, Benediktus Nurdin. Agenda rapat di antaranya terkait realisasi PAD yang masih jauh dari harapan.
Sekitar pukul 10.00 Wita, suasana rapat mulai panas. Hal itu ketika anggota Dewan Pius “mencecari” Severinus Kurniadi (Kepala Dinas Cipta Karya) terkait realisasi PAD 2023 instansi bersangkutan baru mencapai Rp. 2 military dari target Rp. 10 miliar untuk IMB.
“Pa Pius sensitif sekali dengan Cipta Karya,” guyon Nurdin, sang pemimpin rapat.
“Saya tidak ada masalah pribadi dengan (Dinas) Cipta Karya,” sambar Daru penuh serius.
Situasi terus terbawah tatkala wakil rakyat Robertus Loymans bersuara terkait realisasi PAD Cipta Karya yang masih rendah.
Namun Nurdin mengetuk palu dengan berbagai alibi. Hal itu memantik “amarah” Loymans. Pa Ketua jangan hanya main palu, saya punya hak bicara.
Nurdin tak kalah gertak. “Saya Ketua, hargai pimpinan. Saya ketuk palu karena yang ini tutup dulu. Tidak sambung,” ujarnya dengan suara tinggi.
Atas suasana yang memanas itu, Wakil Ketua I DPRD Mabar, Darius Angkur angkat bicara dari sisi regulasi sidang. Situasi tapat pun kembali normal.
Pemimpin OPD yang hadir RDP tersebut antara lain Kepala BPBD Mateus Ngabut, Kadis Perijinan Maria Eltris Babur, Kepala Bapenda Maria Yuliana Rotok, Direktur Perumda Wae Mbeliling Aurelius Endo.
Sedangkan anggota Komisi B yang hadir antara lain Yosef Paskalis Sudario, dan Ali Sehidun.
Hingga berita ini kirim ke redaksi sekitar jam 12.00 Wita siang, RDP masih berlangsung. *
Penulis: Andre Durung / Editor: Wentho Eliando









