ENDE, FLORESPOS.net-Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ende merespon keluhan dari warga terkait aktivitas produksi Pabrik Pengolahan Tahu Tempe Krakatau yang berlokasi di Kelurahan Lokoboko, Kecamatan Ndona.
Warga yang bermukim di sekitar bantaran Kali Wolowona mengeluhkan aroma bau menyengat dan dugaan pencemaran air akibat pembuangan limbah cair industri tersebut.
Tim dari Dinas Lingkungan Hidup telah turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi atau fakta lapangan yang dikeluhkan oleh warga pada Jumat (30/10/2026).
Mathilde Fransiska Weta, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, DLH Ende mengatakan pihaknya sudah turun ke lokasi.
Namun DLH belum bisa memberikan keterangan kepada media dan publik karena masih melakukan kajian setelah memantau langsung kondisi di lapangan.
“Belum bisa expose karena masih dikaji oleh tim,” katanya.
Sementara itu, Sofyan Efendy pemilik Krakatau yang sejak awal pekan lalu dikonfirmasi media terkait keluhan warga berhasil ditemui pada Jumat (31/10/2026) malam.
Kepada Florespos.net, dan Ekora.NTT, ia mengatakan terjadinya pembuangan limbah yang dikeluhkan warga disebabkan oleh adanya human error dan kendala teknis operasional dalam sistem pengolahan limbah pabrik.
Pihak manajemen menyatakan tidak ada niat kesengajaan untuk mencemari lingkungan. Pihaknya akan segera melakukan evaluasi internal serta perbaikan pada sistem pembuangan agar operasional pabrik kembali berjalan sesuai standar.
“Kami punya IPAL sejak dua tahun lalu. Kemarin itu ada Human Eror dan gangguan pada sistem IPAL saat sedang produksi. Saat ini sedang dalam perbaikan dan segera kembali ke standar”.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










