BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis - FloresPos Net - Page 3

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejarah menunjukkan bahwa mekanisme Corporate Social Responsibility (CSR) seperti pembangunan sekolah atau puskesmas tidak akan pernah mampu mengganti kehilangan ruang hidup dan otonomi budaya yang menjadi identitas masyarakat.

Narasi yang sering dijual adalah ‘pembukaan lapangan kerja’. Namun, studi di Afrika Timur (Abdi et al., 2024) membongkar ketidakakuratan klaim ini. Industri geothermal membutuhkan keahlian teknis tinggi seperti insinyur reservoir dan ahli geosains. Akibatnya, tenaga kerja yang didatangkan berasal dari luar daerah atau luar negeri.

Warga lokal hanya diserap sebagai tenaga kasar yang tidak aman dan berupah rendah. Ketika warga lokal menyadari bahwa mereka hanya menjadi penonton di tanah sendiri sementara keuntungan mengalir ke korporasi dan pemerintah pusat, kepercayaan hancur.

Baca Juga :  BENTARA NET: Jalan Pulang Menuju Kebaikan

Ketiadaan skema pembagian manfaat (benefit-sharing) yang adil hanya akan memicu konflik berkepanjangan. Jika Flores tidak memiliki payung hukum yang menjamin persentase royalti langsung untuk desa, proyek ini hanya akan memperkaya segelintir elit dan memiskinkan warga.

Pengembangan geothermal memiliki risiko eksplorasi yang sangat tinggi. Banyak proyek di dunia menghabiskan dana miliaran rupiah untuk pengeboran, hanya untuk menemukan ‘sumur kering’ (dry hole) atau fluida yang terlalu korosif untuk dieksploitasi secara ekonomis.

Baca Juga :  Ini Alasan Umat Paroki Kombandaru Deklarasi Tolak Proyek Geothermal, Pemilik Lahan Akui Belum Didekati Pihak Terkait

Mgr Frans Kopong mencontohkan kasus Panas Bumi Mataloko, di mana hasil pengeboran tidak sesuai harapan, meninggalkan kegelisahan mendasar tentang siapa yang akan bertanggung jawab menutup lubang-lubang tersebut.

Ketika proyek gagal atau dihentikan, yang tersisa bukanlah kemakmuran, melainkan lubang pengeboran yang ditinggalkan, limbah lumpur pengeboran (drilling mud) yang mencemari tanah, dan kerusakan infrastruktur jalan akibat truk berat. Risiko finansial ini sering kali ditanggung oleh uang negara, sementara risiko ekologis ditanggung secara permanen oleh warga lokal.

Berita Terkait

BENTARA NET: Memilih Berdiri Bersama ‘Rumah Bersama’
BENTARA NET: Di Atas Nisan Sang Ayah
BENTARA NET: Memulihkan Jiwa Masa Depan
BENTARA NET: Merajut Asa di Atas Puing
BENTARA NET: Di Balik Status yang Berakhir
BENTARA NET: Menanti Aksi untuk ‘Ruang Suci’
BENTARA NET: Pancawindu Kemanusiaan
BENTARA NET: Tatkala Merah Putih Berkibar
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:03 WITA

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:27 WITA

BENTARA NET: Memilih Berdiri Bersama ‘Rumah Bersama’

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:29 WITA

BENTARA NET: Di Atas Nisan Sang Ayah

Sabtu, 26 September 2026 - 10:59 WITA

BENTARA NET: Memulihkan Jiwa Masa Depan

Sabtu, 19 September 2026 - 11:05 WITA

BENTARA NET: Merajut Asa di Atas Puing

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA

Pembicara dan Petinggi Stipas Kupang pose bersama usai kuliah umum.

Nusa Bunga

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:46 WITA