BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis - FloresPos Net - Page 2

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

- Jurnalis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di banyak wilayah, air tanah dan permukaan terkontaminasi logam berat ini, mengancam kesehatan warga dan ternak. Konteks Flores sangat rentan. Flores adalah wilayah dengan curah hujan rendah dan rawan kekeringan. Proyek geothermal membutuhkan konsumsi air tawar yang masif (hingga 5–30 m³ per meter pengeboran) untuk proses drilling dan pendinginan.

Mempertaruhkan cadangan air tanah yang sudah kritis di NTT demi proyek yang belum tentu memberikan manfaat langsung kepada warga adalah bentuk kejahatan ekologis.

Baca Juga :  BENTARA NET: Rasionalitas Timbal Balik

Selain itu, Mgr Frans Kopong secara tepat mengingatkan bahwa Flores dan Lembata adalah pulau vulkanik kecil yang sedang menghadapi erupsi (seperti Lewotobi dan Ile Lewotolok) serta gempa bumi.

Mengebor perut bumi di wilayah yang secara alamiah sedang tidak stabil sama dengan menambah penderitaan masyarakat, belum lagi risiko emisi gas Hidrogen Sulfida (H₂S) dan mikroseismik yang sering diremehkan dalam studi kelayakan.

Studi Hughes & Rogei (2020) tentang proyek Olkaria di Kenya menjadi cermin yang sangat relevan untuk Flores. Proyek tersebut mengakibatkan pemindahan paksa (involuntary resettlement) terhadap ratusan keluarga Maasai.

Baca Juga :  BENTARA NET: Pancawindu Kemanusiaan

Warga dipindahkan ke lahan yang tidak subur, kehilangan akses ke situs suci, dan ternak mereka mati akibat perubahan topografi. Janji kompensasi dan sertifikat tanah sering kali tidak terpenuhi.

Di Flores, tanah tidak hanya dipandang sebagai komoditas ekonomi, melainkan entitas budaya, spiritual, dan sumber penghidupan agraris. Jika proyek ini mengakuisisi lahan adat atau area sakral, dampaknya adalah disintegrasi sosial.

Berita Terkait

BENTARA NET: Memilih Berdiri Bersama ‘Rumah Bersama’
BENTARA NET: Di Atas Nisan Sang Ayah
BENTARA NET: Memulihkan Jiwa Masa Depan
BENTARA NET: Merajut Asa di Atas Puing
BENTARA NET: Di Balik Status yang Berakhir
BENTARA NET: Menanti Aksi untuk ‘Ruang Suci’
BENTARA NET: Pancawindu Kemanusiaan
BENTARA NET: Tatkala Merah Putih Berkibar
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:03 WITA

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:27 WITA

BENTARA NET: Memilih Berdiri Bersama ‘Rumah Bersama’

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:29 WITA

BENTARA NET: Di Atas Nisan Sang Ayah

Sabtu, 26 September 2026 - 10:59 WITA

BENTARA NET: Memulihkan Jiwa Masa Depan

Sabtu, 19 September 2026 - 11:05 WITA

BENTARA NET: Merajut Asa di Atas Puing

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA

Pembicara dan Petinggi Stipas Kupang pose bersama usai kuliah umum.

Nusa Bunga

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Jumat, 16 Okt 2026 - 07:46 WITA