Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman - FloresPos Net - Page 5

Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Namun, bonus demografi tidak otomatis menjadi berkah. Ia hanya akan menghasilkan dividen pembangunan apabila didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan teknologi.

Karena itu, keberhasilan menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan dan keterampilan, tetapi juga oleh penguatan nilai-nilai persatuan, keadilan, kemanusiaan, dan tanggung jawab kebangsaan.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan ilmu pengetahuan, dan lahirnya kepemimpinan masa depan.

Baca Juga :  Menagih Janji Politik Kepala Desa dan Roadmap Pengembangan Desa Golo Sengang ke Depan

Kampus tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga warga negara yang kritis, kreatif, dan peduli terhadap persoalan masyarakat.

Melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi, perguruan tinggi diharapkan mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan nyata bangsa, mulai dari kemiskinan, intoleransi, dan kesenjangan digital hingga krisis lingkungan, sehingga bonus demografi dapat benar-benar menjadi modal menuju Indonesia yang maju, berkeadilan, dan berdaya saing global.

Sebagai penutup, saya perlu menegaskan sekali lagi, bahwa kesaktian Pancasila tidak lagi diuji oleh ancaman ideologi yang datang dari luar dirinya, melainkan oleh kesediaan kita menghidupkannya dalam tindakan sehari-hari.

Baca Juga :  Kampanye Ende dan Pilihan untuk Tidak Bertanya

Jika nilai-nilai itu gagal hadir dalam ruang digital, birokrasi, kampus, dan kehidupan sosial, maka yang tersisa hanyalah simbol. Sebaliknya, ketika Pancasila menjadi etika bersama, Indonesia memiliki fondasi kokoh untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.*

Penulis adalah Dosen IFTK Ledalero, Tinggal di Puslit Candraditya, Alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Berita Terkait

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern
Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)
Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:50 WITA

Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 September 2026 - 11:36 WITA

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

Minggu, 27 September 2026 - 16:43 WITA

Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Minggu, 27 September 2026 - 12:58 WITA

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Berita Terbaru