Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman - FloresPos Net - Page 4

Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Data Survei Kominfo menunjukkan bahwa kapasitas digital masyarakat terus meningkat, tercermin dari skor Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024 yang mencapai 43,34. Namun, peningkatan keterampilan digital belum sepenuhnya diikuti oleh penguatan etika digital.

Maraknya disinformasi, penipuan daring, pelanggaran data pribadi, dan penyalahgunaan kecerdasan buatan menunjukkan bahwa penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan tanggung jawab moral serta nilai-nilai kebangsaan agar transformasi digital benar-benar membawa kemaslahatan bagi masyarakat.

Di sisi lain, krisis lingkungan dan perubahan iklim mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan keberlanjutan kehidupan. Hingga akhir September 2026, Indonesia telah mengalami hampir 2.000 kejadian bencana yang berdampak pada lebih dari 5,4 juta penduduk serta merusak lebih dari 113 ribu rumah.

Baca Juga :  Human Trafficking, Retakan Moral Kolektif dan Tanggung Jawab Spiritual

Pada saat yang sama, kebakaran hutan dan lahan menjadi ancaman serius di berbagai wilayah, menunjukkan rapuhnya keseimbangan antara eksploitasi sumber daya dan kelestarian lingkungan.

Dalam perspektif Pancasila, penguasaan teknologi dan pelestarian lingkungan merupakan dua agenda yang tidak dapat dipisahkan.

Kemajuan hanya bermakna apabila inovasi, keadilan sosial, dan tanggung jawab ekologis berjalan beriringan, sehingga pembangunan tidak hanya menyejahterakan generasi kini, tetapi juga menjaga hak generasi mendatang atas lingkungan yang lestari (counter-developmentalism).

Baca Juga :  Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing

Penguatan Karakter Generasi Muda

Dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan, peran generasi muda menjadi semakin strategis ketika Indonesia berada pada puncak bonus demografi.

Data SUPAS 2025 menunjukkan bahwa sekitar 68,94 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif (15-64 tahun), sebuah peluang langka yang diperkirakan berlangsung hingga sekitar 2035.

Berita Terkait

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Yeremia dan Rubuhnya Berhala Modern
Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik
Merayakan Iman, Bukan Mengorbankan Masa Depan Anak (catatan atas perayaan Sambut Baru)
Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:50 WITA

Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 September 2026 - 11:36 WITA

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

Minggu, 27 September 2026 - 16:43 WITA

Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim

Minggu, 27 September 2026 - 12:58 WITA

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Berita Terbaru