Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2) - FloresPos Net - Page 2

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2)

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 16:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yuven menegaskan, Deklarasi Sumba menegaskan bahwa generasi mendatang berhak mewarisi bumi yang layak huni, berangkat dari inilah maka pertanyaannya bukan lagi apakah kita peduli pada masa depan, melainkan tapak seperti apa yang hendak kita tinggalkan bagi mereka yang belum lahir.

Dari wacana moral menuju kerangka hukum

Gagasan keadilan ekologis dan keadilan antargenerasi bukan semata wacana moral, tetapi telah berkembang menjadi prinsip kebijakan dan kerangka hukum di berbagai negara.

Baca Juga :  Tegang Paripuna DPRD Manggarai Barat, Ketua dan Wakil Ketua Saling Sanggah, Ketua Fraksi Saling “Ledek”

Yuven mengatakan, Wales, melalui Well-being of Future Generations (Wales) Act 2015, menempatkan kepentingan generasi mendatang sebagai pertimbangan yang wajib diperhatikan oleh badan-badan publik.

Di berbagai belahan dunia, perkembangan konsep Rights of Nature juga menunjukkan pergeseran penting dalam hubungan hukum antara manusia dan alam, seperti Ekuador mengakui hak alam dalam konstitusinya pada 2008,
Bolivia mengesahkan Law of the Rights of Mother Earth pada 2010 serta Selandia Baru memberikan status hukum kepada Sungai Whanganui pada 2017.

Baca Juga :  Tracking Mountain Walking Awali Festival Wolobobo Ngada 2024

“Sejumlah putusan pengadilan di India dan Kolombia memberikan pengakuan hukum terhadap sungai dan ekosistem sebagai subjek yang perlu dilindungi,” ungkapnya.

Yuven menyebutkan, perkembangan ini menunjukkan bahwa hukum dapat bergerak melampaui paradigma yang hanya memandang alam sebagai objek perlindungan, menuju pengakuan terhadap alam sebagai subjek yang memiliki kepentingan dan hak.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)
Kemenkes Tunjuk Labkesda Sikka Layani Pemeriksaan HPV DNA untuk Wilayah Flores dan Lembata
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda kepada Perpustakaan Kabupaten Sikka
Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)
Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara
Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 17:31 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)

Rabu, 23 September 2026 - 17:25 WITA

Kemenkes Tunjuk Labkesda Sikka Layani Pemeriksaan HPV DNA untuk Wilayah Flores dan Lembata

Rabu, 23 September 2026 - 16:03 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2)

Rabu, 23 September 2026 - 15:57 WITA

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda kepada Perpustakaan Kabupaten Sikka

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)

Berita Terbaru