Petrus menyebutkan, laporan kepada dirinya tersebut tepat karena posisi dirinya selain Kepala Dinas Kesehatan, juga sebagai Pembina Profesi Kesehatan Satu Kabupaten Sikka.
Dirinya juga sekaligus sebagai Dewan Pengawas RS TC Hillers Maumere sehingga dirinya mengundang pihak rumah sakit bersama Direktur, Para Nakes dan perwakilan profesi perawat (PPNI Sikka), keluarga pasien serta Kepala Desa Watubaing, tempat domisili keluarga pasien.
Harapannya, agar bisa mendengar semua pihak berbicara dan bisa saling memafaaan termasuk juga dihadiri wartawan agar masalah ini bisa menjadi edukasi kepada masyarakat.
“Tadi kita sampaikan bahwa sampai titik saling memaafkan satu dengan yang lain dan tujuannya tercapai. Dengan begitu pelayanan rumah sakit berjalan baik, marwah profesi juga terjaga dengan baik, pihak rumah sakit dan rumah sakit menjadi milik warga Kabupaten Sikka juga terjaga dengan baik,” ucapnya.
Petrus menyebutkan, kondisi ini menjadi satu momen edukasi kepada masyarakat bahwa kalau ada hal-hal yang kurang puas dan menurut awam bahwa tidak sesuai dengan harapan atau ekspetasi, maka harus disampaikan melalui Humas Rumah Sakit.
Ia menegaskan, bukan langsung disampaikan kepada para Nakes yang sementara melayani pasien sehingga jalurnya terpola dengan baik sehingga apa yang kita inginkan juga terekam dengan baik secara institusi rumah sakit.
Petrus menegaskan, kejadian ini menjadi edukasi kepada rumah sakit dan teman-teman profesi agar pelayanan kepada masyarakat lebih optimal, lebih profesional lagi dan komunikasi lebih terbuka.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










