Juventus mengakui kejadian penembakan oleh kelompok separatis di Papua ini sangat menyayat hatinya.
Ia mengatakan, sebagai keluarga, sebagai seluruh masyarakat Kabupaten Sikka dan seluruh korban yang bukan hanya saudara Alvan saja tetapi semua keluarga yang menurutnya teriris dan sakit dengan peristiwa ini.
“Jadi sekali lagi, ini sikap dan statement kami.Kami mohon penyelesaian ini dan Pak Prabowo, negara tidak boleh kalah, tidak boleh takut dengan kelompok-kelompok separatis seperti ini,” pesannya.
Juventus mengatakan, atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sikka, dirinya mengucapkan turut berduka cita atas kepergian almarhrum yang secara pribadi dirinya sangat mengenal dengan baik.
Ia menyebutkan, almarhum merupakan adik kelasnya di SMAK Frateran Maumere dan saat almarhum kuliah di Surabaya dirinya tinggal bersama teman-temannya asal Kabupaten Sikka yang dirinya pun mengenal baik.
“Almarhum anak baik yang berjuang mencari hidup dan berbakti buat masyarakat Papua tapi menurut saya perbuatan terhadap alamarhum sangat keji.Perbuatan itu menunjukan, itu bukan perbuatan manusia. Itu perbuatan yang biadab,” ujarnya.
Juventus menegaskan saat berada di rumah duka dan bersama keluarga korban pihaknya mau menyampaikan bahwa terhadap urusan ini bukan baru pertama sebab seringkali terjadi.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










