Makna inklusi juga dirasakan langsung oleh Zahra (16 tahun), peserta penyandang disabilitas yang mengikuti kategori 3K.
Zahra menyebutkan, dirinya sangat senang bisa ikut Run for Equality tahun ini. Di sini saya merasa diterima dan tidak dipandang berbeda.
Ia mengatakan, dirinya juga ingin berolahraga, bersosialisasi, dan menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang sama jika diberikan kesempatan.
“Semoga semakin banyak kegiatan dan ruang publik yang benar-benar inklusif, sehingga lebih banyak teman-teman disabilitas berani keluar, berpartisipasi, dan menunjukkan potensi terbaik mereka,” ungkapnya.
Run for Equality 2026 juga mendapat dukungan dari puluhan relawan muda yang tergabung dalam PlaNet (Plan Indonesia Network), serta sejumlah figur publik yang hadir sebagai running buddy untuk mendampingi anak-anak penyandang disabilitas pada kategori 3K.
Mereka di antaranya Wulan Guritno, Shalom Razade, Kenes Andari, Park Nam, Julie, Mika dan Milo Taslim, Amanda dan Janna Soekasah, Gerin Nathanael, Ida Rhijnsburger, serta Natrio Catra Yososha, kreator konten yang aktif menyuarakan hak-hak penyandang disabilitas.
“Sebagai seorang ibu, saya percaya setiap anak berhak memiliki kesempatan yang sama untuk bermain, bergerak, dan merasakan kebahagiaan bersama teman-temannya,” ungkap Wulan.
Wulan mengatakan, ia juga melihat bagaimana para orang tua dan caregiver dengan penuh cinta terus mendampingi anak-anak penyandang disabilitas agar berani mencoba, berkembang, dan menikmati setiap langkah mereka.
“Semoga semakin banyak ruang olahraga dan ruang publik yang inklusif, sehingga setiap anak dan keluarga dapat merasa diterima, didukung, dan menjadi bagian dari masyarakat tanpa diskriminasi,” tutur Wulan.
Selain Wulan Guritno, influencer asal Korea Selatan, Park Nam, juga menyatakan dukungannya.
Park sebutkan, di dunia lari, setiap orang punya ritmenya masing-masing dan semua layak diapresiasi. Menjadi running buddy hari ini membuat saya percaya bahwa olahraga bisa menjadi ruang yang menyatukan semua orang.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










