Stikes St. Elisabet Keuskupan Maumere Ikut Program Gerakan Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem - FloresPos Net

Stikes St. Elisabet Keuskupan Maumere Ikut Program Gerakan Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) St.Elisabt Keuskupan Maumere mengikuti kegiatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang dilaksanakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XV.

Program KKN Tematik Gentaskin diikuti perguruan tinggi di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan bekerjasama dengan pemerintah daerah serta berbagai instansi atau lembaga.

“Kegiatan KKN Tematik Gentaskin melibatkan seluruh kampus di bawah nauangan LLDikti XV termasuk salah satunya kampus kami,” ungkap Dosen Pendamping Lapangan Stikes St.Elisabet Lela, Antonia Rensiana Reong.Kamis (9/7/2026).

Rensi sapaannya menjelaskan, sebanyak 18 mahasiswa Stikes St.Elisabet Keuskupan Maumere Program Studi D3 Keperawatan akan ditempatkan di 10 desa dan kelurahan di Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Pemilihan lokasi kegiatan kata dia setelah dilakukan suvey oleh lembaga LLDikti Wilayah XV Provinsi NTT terkait dengan isu stunting dan kemiskinan ekstrem yang perlu ditangani.

“Daerah-daerah yang dijadikan lokasi KKN Tematik ini sebenarnya mempunyai alasan atau dasar pertimbangan mengapa daerah-daerah ini menjadi pilihan untuk ditempatkan peserta KKN Tematik,” ungkapnya.

Rensi menambahkan, para mahasiswa akan berkolaborasi bersama pemerintah daerah serta lembaga dan instansi terkait lainnya dalam membuat program untuk mengatasi kemiskinan ekstrem dan mengatasi stunting.

Baca Juga :  DPRD Mangarai Barat: Kembalikan Total Otonomi Daerah, Nolkan Infrastruktur, Naikan Gaji ASN

Ia mengatakan, para mahasiswa bukan hanya dari rumpun ilmu kesehatan tetapi dari berbagai rumpun ilmu dan mereka akan bekerjasama selama 2 bulan lebih di wilayah penempatan.

“Mereka nantinya akan berkolaborasi untuk menyusun rancangan-rancangan dan membuat inovasi dan berkreasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem,” ungkapnya.

Apa yang dilakukan kata Rensi, juga termasuk upaya untuk peningkatan ekonomi dari masyarakat setempat seperti bagaimana mengolah pangan lokal atau sumber daya yang ada di dalam masyarakat.

Dirinya menambahkan, karena mahasiswa Stikes St. Elisabet yang terlibat merupakan perawat sehingga biasanya mereka akan bekerja sama dengan sektor pelayanan kesehatan baik di Puskesmas, Pustu maupun Polindes.

“Para mahasiswa kami juga akan melaksanakan program-program di bidang kesehatan. Kami selama empat hari telah melakukan pembekalan bagi para mahasiswa ini,” terangnya.

Untuk diketahui, program Gentaskin merupakan inisiatif strategis dari LLDikti Wilayah XV bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan instansi terkait dan merupakan program yang sangat lekat dengan wilayah NTT.

Tujuan utamanya untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dengan cara membantu menekan angka kemiskinan dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat desa.

Baca Juga :  Jackson-Olivia Juara Bintang Radio Ende 2024

Selain itu ada penanganan stunting yang menjadi gerakan nyata untuk menuntaskan masalah gizi dan tumbuh kembang anak di daerah-daerah dengan angka prevalensi stunting tinggi di NTT.

Program ini juga merupakan gerakan mahasiswa berdampak guna mengubah KKN dari kegiatan pengabdian biasa menjadi gerakan transformasi sosial di mana ribuan mahasiswa dari berbagai kampus turun langsung ke desa-desa di NTT selama beberapa bulan untuk menerapkan ilmu secara aplikatif.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dan masyarakat di lokasi penempatan sangat beragam, meliputi pemberdayaan ekonomi dengan membantu mendampingi usaha mikro dan masyarakat desa untuk meningkatkan nilai jual potensi lokal.

Para mahasiswa juga akan melakukan edukasi sosial dan keuangan dengan cara mengedukasi masyarakat, termasuk literasi keuangan dan pelindungan konsumen seperti yang digagas oleh BI dan Bank NTT.

Mahasiswa juga akan melakukan penyuluhan kesehatan bekerja sama dengan perangkat desa setempat untuk memberikan edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pencegahan stunting.

Program ini dilaksanakan secara bertahap (batch) dengan melibatkan ribuan mahasiswa dari berbagai kampus yang disebar ke puluhan desa dan kabupaten atau kota di seluruh penjuru NTT. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

DPP PDI Perjuangan Utus 4 Dokter Layani Kesehatan Warga Terdampak Gempa di  Reok
Korban Jiwa Gempa Flores Capai 100 Orang, 180 Ribu Orang Mengungsi
Pasca Gempa Sejumlah Wilayah di Ende Alami Krisis Air, FAN dan Pemuda Katolik Salurkan Air Bersih ke Dusun Songga
Pantau Kondisi Sekolah Akibat Gempa, Menteri Abdul Mu’ti Kunjungi SDI Ngelapadhi
Polsek Ende dan Bhayangkari Ende Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Rukuramba
Astra Group Salurkan Seribu Paket Sembako dan Shelter bagi Korban Gempa Flores di Sikka
Gempa Flores Susulan, Rumah Seorang Janda di Radabata Akhirnya Ratah Tanah
Gempa Flores, Anak-anak Hadapi Ancaman Berlapis di Pengungsian, Plan Indonesia Desak Berbagai Pihak Beri Bantuan Dasar
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:56 WITA

DPP PDI Perjuangan Utus 4 Dokter Layani Kesehatan Warga Terdampak Gempa di  Reok

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:30 WITA

Korban Jiwa Gempa Flores Capai 100 Orang, 180 Ribu Orang Mengungsi

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:20 WITA

Pasca Gempa Sejumlah Wilayah di Ende Alami Krisis Air, FAN dan Pemuda Katolik Salurkan Air Bersih ke Dusun Songga

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:08 WITA

Pantau Kondisi Sekolah Akibat Gempa, Menteri Abdul Mu’ti Kunjungi SDI Ngelapadhi

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:40 WITA

Polsek Ende dan Bhayangkari Ende Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa di Rukuramba

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Korban Jiwa Gempa Flores Capai 100 Orang, 180 Ribu Orang Mengungsi

Senin, 24 Agu 2026 - 21:30 WITA