Dia mengakui memang sekolah kesehatan biaya pendidikannya mahal namun pihaknya harus realistis dengan keadaan ekonomi dan kemampuan orang tua mahasiswa.
“Kami juga syukur tahun kemarin itu dan masih berjalan tahun ini juga, ada biaya dari sebuah lembaga di Jakarta yang bantu anak-anak kita. Tahun kemarin 8 orang, tahun ini 7 orang,” paparnya.
Romo Gebby menegaskan pihaknya terus berupaya mencari bantuan pembiayaan dari berbagai lembaga meski kondisi saat ini tidak seperti dulu lagi sebab bantuan-bantuan dari luar negeri sangat terbatas.
Lanjutnya, target ke depan dari sisi kelembagaan diusahakan ada penambahan program studi dan saat ini masih melihat regulasi nasional sebab ada yang masih moratorium.
“Memang kami harus berjuang lebih ekstra termasuk membangun lab komputer yang ada yang saat ini belum terlalu memadai.Sudah ada lampu hijau dari beberapa lembaga yang mau membantu,mudah-mudahan bisa terwujud,” ucapnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










