Berawal Dari SPK Lela, Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Hadir dengan Tiga Program Studi Unggulan - FloresPos Net - Page 2

Berawal Dari SPK Lela, Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Hadir dengan Tiga Program Studi Unggulan

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Akhir Juli sudah bisa diketahui proses akreditasi S1 Informatika Medis.Kalau D3 Keperawatan masih yang lalu punya akreditasi itu sangat baik. Dia masih bertahan sampai saat ini,” ucapnya.

Romo Gabby untuk tenaga dosen sesuai standar Dikti setiap program studi wajib 5 orang dosen namun dilihat lagi raiso dosen dan mahasiswa yakni 1 berbanding 30 sehingga D3 Keperawatan dosennya lebih dari 5 orang karena jumlah mahasiswa lebih banyak.

Pihaknya pun terus melakukan pembangunan berbagai fasilitas seperti ruang kelas dan laboratorium fisioterapi yang sedang dikerjakan agar bisa menampung jumlah mahasiswa yang terus bertambah.

Dirinya menambahkan terkait peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), ada satu dosen yang sedang menyelesaikan S3 (doctor) dan beberapa dosen lainnya sedang melanjutkan pendidikan S2 (pasca sarjana).

Baca Juga :  Ratusan ODGJ Antusias Ikuti Misa Syukuran HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-78 di Panti Dymphna

“Kami terus melakukan peningkatan SDM sehingga kualitas pendidikan di lembaga ini pun bisa terus ditingkatkan dan lulusannya berkualitas,” ungkapnya.

Beasiswa Pendidikan

Mahasiswa yang berkuliah di Stikes Santa Elisabeth pun mendapatkan beasiswa dari yayasan apabila mahasiswa tidak mendapatkan beasiswa dari berbagai pihak baik dari pemerintah maupun pihak swasta.

Untuk tahun 2025 kampus ini mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Sikka bagi 100 mahasiswa dan lewat program Pemda Sikka Satu Kepala Keluarga (KK) satu sarjana diberikan beasiswa bagi 6 orang.

Baca Juga :  Dinas ESDM NTT Turun ke Lokasi Galian C Milik PT NKT, Ini Hasil Kajian Lapangan

Beasiswa dari Gubernur NTT juga ada banyak mahasiswa yang mendapatkannya sedangkan untuk KIP Kuliah tergantung orang tua siswa apakah keluarganya masuk di Desil yang mendapatkan bantuan tersebut atau tidak.

“Kami beri keringanan biaya sekitar 20- sampai 30 persen dari biaya yang ada. Itu untuk anak-anak yang benar-benar tidak mendapat bantuan dari dari mana-mana tanpa ada perbedaan,” sebut Romo Gabby.

Romo Gabby menjelaskan hampir semua mahasiswa mendapatkan beasiswa atau bantuan dana pendidikan dan biaya kuliah tidak sebesar di tempat lain karena pihaknya memikirkan juga kemampuan orang tua.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Berita ini 183 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 14:32 WITA

DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Berita Terbaru