LARANTUKA, FLORESPOS.net-Sebanyak 90 orang petani Kabupaten Flores Timur secara resmi bertolak ke Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/6/2026). Mereka berangkat mengikuti pelatihan pengembangan holtikultura.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Flores Timur, Yosef Sadi Open dalam laporan saat acara pelepasan di aula Setda, Senin (8/6/2026) menjelaskan petani yang diberangkat ke Soe berjumlah 90 orang terdiri dari 80 orang direkrut Pemda dan 10 dari Karitas Keuskupan Larantuka.
Para petani tersebut kata Yosef Open, berasal dari kelompok wanita tani 5 orang, petani milenial 9 orang, kelompok petani Otan 39 orang dan kelompok tani penyintas erupsi Lewotobi 17 orang.
Yosef Open mengatakan para petani itu diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan pengelolaan dan pengembangan holtikultura berbasis Good Agriculture Practices (GAP) melalui skema Training of Trainer (TOT).
“Praktek pembelajaran langsung di kawasan pengembangan holtikultura yang selama ini merupakan dampingan Yayasan Krisna dan Plan Internasional di Kabupaten TTS,” katanya.
Yosef Open mengatakan, pengiriman pelatihan bagi petani ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis dalam penerapan GAP, memperkuat keterampilan dan pengetahuan petani dalam pengembangan budidaya holtikultura.
Selain itu juga untuk mempelajari pengelolaan kelembagaan dan pengembangan kawasan holtikultura, memahami praktek penguatan rantai pasok pangan lokal yang terhubung dengan kebutuhan pasar, dan juga terhubung dengan jaring program makan bergizi gratis (MBG) serta membangun jejaring dan kerja sama antara petani serr antar wilayah pengembangan.
“Kegiatan pelatihan bagi para petani berlangsung mulai 8 Juni sampai 19 Juli 2026 di Soe. Kegiatan ini merupakan program Pemda Flores Timur bekerjasama dengan Bappenas yang didukung Plan Internasional, Karitas, Yayasan Krisna dan BPR Larantuka,” kata Yosef Open.
“Seluruh pembiayaan kegiatan pelatihan ini didukung oleh para pendukungan Plan Internasional, Karitas Larantuka, Yayasan Krisna dan BPR Larantuka,” tambah Yosef Open.
Sementara Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran sebelum melepas keberangkatan 90 petani tersebut mengatakan mayoritas atau 80 persen masyarakat Kabupaten Flores Timur menggantungkan hidup di pertanian. Karenanya, sektor pertanian memainkan peran penting bagi pertumbuhan dan perkembangan Kabupaten Flores Timur.
Di Flores Timur, profesi pertanian umumnya masih tradisional yang diwariskan secara turun temurun. Melihat kondisi itu, dibawah visi Lompatan Jauh, Pemda Flores Timur mesti melakukan sejumlah terobosan program atau inovasi untuk dapat meningkatkan kapasitas petani dan kualitas hasil pertanian.
Salah satu yang dilakukan kata Ignas Uran, yakni memberikan pelatihan pengembangan holtikultura bagi para petani. Pelatihan atau studi banding dimaksud untuk lebih meningkatkan kapasitas para petani dan kualitas hasil pertanian.
“Ini adalah salah atau bentuk terobosan untuk meningkatkan kapasitas petani dan kualitas pertanian kita. Karena itu pelatihan atau studi banding salah satu solusi untuk tujuan peningkatan tadi. Jadi tujuan ke Soe untuk belajar,” katanya.
Kepada para petani yang berangkat ke Soe mengikuti pelatihan, Ignas Uran menekankan agar pergi ke Soe untuk belajar praktek baik pertanian yang sudah dilakukan bukan berwisata. Belajar untuk meningkat kapasitas dan kualitas pertanian di tempat masing-masing.
“Bukan pergi jadi petani di Soe, seolah-olah pergi berwisata. Salah itu. Tujuan ke Soe untuk belajar. Untuk peningkatan kapasitas profesi petani. Belajar untuk rubah pola pikir dan pola laku kita dari petani tradisional ke lebih maju,” katanya.
Kata Ignas Uran, Good Agriculture Practices adalah praktek baik pemanfaatan pertanian yang dilakukan di wilayah tertentu. Di Soe sudah melakukan praktek baik pemanfaatan lahan pertanian tersebut.
“Belajar apa yang petani di sana sudah buat dan yang kita belum buat. Skema pelatihan gunakan Training of Trainer itu artinya ke sana belajar dan kembali praktekan sekaligus menjadi pelatih atau guru bagi petani lain,” katanya.
Wabup Ignas Uran pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pihak yang berkolaborasi bersama mendukung upaya Pemda meningkatkan kapasitas para petani di Kabupaten Flores Timur
“Pemda tidak punya cukup anggaran untuk memfasilitasi pelatihan ini. Maka kita gunakan alternative financial. Karena itu, terima kasih kepada Plan, Karitas, BPR Larantuka, Yayasan Krisna, Pemda TTS, Gema Indonesia Sejahtera, dan semua yang peduli dan mendukung upaya Pemda menyekolahkan saudara-saudari petani kita,” kata Ignas Uran.*
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Anton Harus










