MAUMERE, FLORESPOS.net-Saat masyarakat perkotaan berlomba-lomba membangun rumah mewah, di pelosok desa masih banyak warga yang kesulitan memiliki rumah layak huni.
Maria Fatima warga Dusun Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng tetap setia tinggal di rumah sangat sederhana berusia puluhan tahun yang terbuat dari bambu dan nyaris rubuh.
Dinding rumah dari anyaman bambu tampak lapuk dan berlubang sementara tiang-tiang penyangga seolah tak kuat menahan beban dan menunggu waktu untuk rubuh.
Saat angin kencang dan hujan lebat, Maria ketakutan bahkan tak bisa terlelap tidur apabila malam hari hujan masih mengguyur desanya.
Mama Tima sapaan karib warga untuknya wajar takut sebab tiang-tiang penyangga tak kuat menahan beban bangunan yang sudah mulai miring.
Mama Tima hidup bersama sang cucunya setelah ditinggal suami tercinta belasan tahun silam.
Anak-anaknya pun pergi mengadu nasib di tanah rantau mengingat di kampung halaman tidak ada penghasilan tetap.
“Kasihan Mama Tima, beliau sudah tua. Rumahnya seperti ini dari tahun ke tahun. Kalau hujan deras atau angin kencang, kami juga ikut khawatir,” ujar Susana Susan, warga Dusun Hepang.
Menurut Susan, Maria Fatima dikenal sebagai sosok sederhana yang tidak banyak mengeluh.
Dirinya memilih menjalani hidup dengan segala keterbatasan yang ada meski bagi masyarakat sekitar, kondisi yang dialami perempuan lansia itu menghadirkan keprihatinan yang sulit diabaikan.
Di tengah berbagai program bantuan rumah yang terus digaungkan pemerintah, rumah Maria Fatima berdiri sebagai potret sunyi yang mungkin luput dari perhatian.
Tidak pula berada di pinggir jalan utama yang mudah terlihat. Rumah itu berdiri di sudut kampung, menyimpan cerita tentang seorang ibu tua yang tetap bertahan meski keadaan tidak berpihak kepadanya.
Warga sekitar berharap rumah-rumah seperti milik Maria Fatima, seorang janda miskin dan warga miskin lainnya mendapatkan perhatian pemerintah.
Apalagi Maria Fatima hanya seorang lansia yang harusnya bisa memiliki sebuah bangunan layak untuk tempat berteduh di sisa hidupnya.
Dirinya hanya terdiam dan pasrah menunggu uluran tangan mereka yang peduli dengan situasi hidup yang dialaminya sambil tetap memanjatkan doa kepada Tuhan.
Selain rumah Maria Fatima, terdapat juga beberapa keluarga yang rumahnya pun sangat memprihatinkan seperti rumah Mama Venti, Pertonela Pidensia, Pidelis liseng, Ius dan Petu Geno. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










