Sebelumnya, pada 2022-2025, pihaknya telah melakukan penanaman 100.000 mangrove di Desa Golo Sepang yang terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat yaitu budi daya kepiting bakau dan pembinaan UMKM berbasis potensi lokal.
“Keberhasilan program tersebut membuat kami melihat masih terdapat aspek lingkungan lain yang perlu mendapatkan perhatian, sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan dalam mendukung perekonomian masyarakat.”
“Kami percaya, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal dan otoritas kawasan, menjadi kunci agar program ini dapat berjalan konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang,” kata Natalia Lusnita.
Rekomendasi BTN Komodo

Natalia Lusnita lebih lanjut menjelaskan, pemilihan Pulau Messah sebagai lokasi program dilakukan berdasarkan hasil rekomendasi dan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo.
Melalui kajian yang dilakukan, Pulau Messah diidentifikasi sebagai salah satu lokasi prioritas yang mengalami kerusakan terumbu karang yang cukup signifikan.
Selain itu, Pulau Messah berada di kawasan penyangga Taman Nasional Komodo yang memiliki peran penting dalam mendukung kelestarian ekosistem di kawasan konservasi tersebut.
“Program ini diawali dengan kegiatan silaturahmi yang diadakan pada bersama Kepala Desa Pasir Putih Labuan Bajo, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga setempat,” katanya.
Kemudian dilanjutkan dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian terumbu karang dan ekosistem laut, yang secara khusus menyasar para nelayan yang aktif beraktivitas di kawasan perairan sekitar Taman Nasional Komodo.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan mendorong praktik pemanfaatan sumber daya laut yang lebih
ramah lingkungan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tahap awal, dilaksanakan juga pelatihan pembuatan media coral nursery yang diikuti oleh perwakilan Pokdarwis Desa Pasir Putih.
Penulis : Wentho Eliando
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










