BAJAWA, FLORESPOS.net-Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu mengatakan Temu Usaha Jilid 2 yang dikolaborasikan dalam bentuk kerjasama salah satunya adalah pendidikan tinggi.
Wabup mengatakan itu pada kegiatan pembahasan bersama antara Investor/Pelaku Usaha dengan Perangkat Daerah Kabupaten Ngada di Aula Setda Kabupaten Ngada pada Selasa (14/4/2026).
Menurut Wabup, sumber daya manusia belum bagus dan belum cukup. Sehingga Pemerintah Kabupaten Ngada mengundang sejumlah perguruan tinggi untuk bersama meningkatkan sumber daya manusia.
Kata Wabup, di bidang kesehatan misalnya ada aturan yang mengharuskan agar profesi kebidanan atau perawat harus berjenjang S1. Sehingga pertemuan ini bisa didiskusikan hingga nanti sumber daya telah dapat memadai.
“Hal ini penting agar pada akhirnya mendapatkan SDM di bidang kesehatan yang bagus apa yang disyaratkan seperti indeks yang diatur oleh Kementerian Kesehatan dapat terpenuhi dan lebih bagus.”
Pembahasan yang dilakukan selain MoU dan PKS bisa juga dilakukan dengan perizinan saja sehingga semua diatur dengan jadwal yang baik.
“Contohnya untuk pengembangan kopi dengan luas lahan, jenis bibit didatangkan dari luar maupun yang disiapkan di daerah karena di Ngada juga telah ada pengembangan bibit kopi di Wajamala, Kecamatan Golewa Barat,” kata Wabup.
Plt Sekda Ngada Johanes Ghae menjelaskan kegiatan hari kedua adalah membahas MoU bagi yang belum menandatangani. Juga pembahasan bersama penandatanganan naskah kerjasama.
“Ada yang sudah ada MoU namun belum ada PKS sedangkan yang belum ada MoU juga dilakukan penandatanganan,” ungkapnya.
Asisten II Setda Ngada Nicolaus Noywuli menjelaskan 23 investor atau pelaku usaha yang hadir terdiri dari lembaga pendidikan tinggi yang menangani sektor kesehatan untuk beasiswa dari beberapa perguruan tinggi juga perkuliahan tinggi lainnya yang membantu untuk pemberian beasiswa di bidang olahraga serta teknik.
“Yang lainnya adalah perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi dan lebih banyak di bidang pertanian serta pariwisata,” katanya kepada Florespos.net, di ruang kerjanya.
“Pertanian lebih banyak di bidang Kopi baik untuk budidaya maupun pengolahan dan pemasaran. Saat ini sedang berproses dan akan dievaluasi dan mendapat kepastian investasi,” jelasnya.
Nicolaus bilang, segala usaha atau rencana bisnis para investor belum bisa dinilai keuntungan karena prosesnya belum dilaksanakan. Dan yang diharapkan dari kategori usaha besar. Ukurannya, salah satunya dari Nomor Ijin Berusaha (NIB) yang dikeluarkan atau total nilai investasi. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










