LARANTUKA, FLORESPOS.net-Perayaan Semana Santa 2026 di Kota Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menjadi magnet bagi puluhan ribu peziarah dari kota Larantuka bahkan luar negeri.
Rangkaian perayaan yang berlangsung selama lima hari ini tidak hanya menjadi momentum refleksi iman, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Larantuka.
Para pedagang kecil dan pelaku UMKM mengakui meraup atau panen rupiah dari ribuan peziarah dari luar yang sudah berada di Kota Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur sejak Senin (30/3/2026) lalu.
“Pendapatan kami bedah dengan hari – hari sebelumnya. Kami juga dapat berkat dari Semana Santa”.
Kata Bibi Mariam, selah seorang pedagang yang setiap hari berjualan di kompleks pelabuhan Larantuka kepada Florespos.net, Jumat (3/4/2026) sore.
Bibi Mariam mengatakan Semana Santa sudah memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil di kota ini.
Ia mengatakan selama tiga hari terakhir ribuan peziarah sudah hadir di kota Larantuka dan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa termasuk pedagang kecil sepertinya.
“Dua tiga hari ini pendapat kami luar biasa karena banyak orang datang ke kota ini. Daya beli dari tamu yang datang cukup tinggi dan itu berdampak pada pendapatan kami”.
Mariam mengakui sebelum Semana Santa pendapatnya per hari hanya mencapai lima ratus ribu namun pada dua tiga hari ini pendapatan dari kios kecilnya mencapai tiga setengah juta perhari.
“Selama tiga hari ini pendapat saya per hari bisa sampai Rp 3 juta perhari. Terima kasih kepada peziarah yang sudah membantu ekonomi kami”.
Mariam yang mengelola kios kecil berukuran satu setengah meter yang diberi nama Kios Fadil terletak di kompleks pelabuhan Larantuka. Kiosnya menjual nasi kuning, makanan dan minuman ringan serta sembako lainnya.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










