LARANTUKA, FLORESPOS.net-Ribuan peziarah mulai membanjiri Kota Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timur untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan devosi maupun liturgi selama masa Pekan Suci atau Semana Santa.
Data dari panitia perayaan Pekan Suci tahun 2026 Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka menyebutkan per hari Selasa 31 maret 2026 yang sudah mendaftar secara online sebanyak 1.927 peziarah.
Dari jumlah tersebut sebanyak 358 peziarah sudah check ini dimana terdapat pula peziarah dari agama lain sebanyak 7 orang dan 10 warga negara asing baik dari negara Timor Leste maupun Prancis yang tinggal di berbagai fasilitas penginapan termasuk di rumah-rumah warga di Kota Larantuka.
Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro sebagai pimpinan umat Katolik di Keuskupan Larantuka menyampaikan pesan Semana Santa 2026.
Pesan ini disampaikan untuk semua umat beriman baik umat Katolik maupun segenap umat beriman yang ada di Kota Larantuka maupun para peziarah yang datang membuat ziarah iman di Kota Reinha.
“Larantuka sejatinya adalah tempat hidup dan tempat tinggal kita bersama. Larantuka sejatinya adalah tempat kita menghidupi iman kita, disini kota beriman dan disini kota kita menerima satu sama lain,” ungkap Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Rabu (1/4/2026).
Uskup Hans menghimbau, jauhkanlah gesekan-gesekan yang tidak perlu,segala sesuatu yang tidak menggambarkan identitas kota ini sendiri.
Monsinyur Hans menegaskan, kita harus belajar tentang antropologi Larantuka yakni saya ada di sini,engkau datang dari seberang tapi menetap disini, ini adalah rumah kita bersama.
Ia mengatakan selama 5 abad lebih Semana Santa di Larantuka, tanpa Bunda Maria berdukacita, tanpa Tuan Ana yang menderita, gereja Keuskupan Larantuka tidak berkembang seperti hari ini.
“Seperti yang kita saksikan, seperti yang kita rayakan dan seperti yang kita imani. Baik oleh umat Keuskupan Larantuka maupun para peziarah yang mengalami, yang merasakan kehadiran dan bantuan doa Bunda Maria Tuan Ma Reinha Larantuka dan Tuan Ana,” ungkapnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










