Puluhan Rumah di Nagekeo Terendam Banjir, Warga Minta Solusi Pemerintah - FloresPos Net

Puluhan Rumah di Nagekeo Terendam Banjir, Warga Minta Solusi Pemerintah

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 18:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Puluhan rumah di RT 29, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terendam banjir akibat hujan deras selama satu jam pada Senin (16/3/2026) sore.

Banjir kali ini bukan hanya terjadi pada satu lokasi saja, tetapi juga menyebar di beberapa dusun di dataran Aeramo dengan tinggi mencapai pinggang orang dewasa. Banjir yang merendam itu diduga disebabkan air meluap dari Kali Oki Wajo.

Minggus Mere, salah seorang warga RT 29 Desa Aeramo, mengaku, genangan banjir tersebut bukan baru terjadi kali ini saja tetapi kerap terjadi disaat musim hujan tiba.

Baca Juga :  Jadi Tim Daratan Flores Pertama yang Tiba di Ende, Persematim Incar 4 Besar

“Hampir setiap tahun di Eko Ae ini pasti dilanda banjir. Banjir bukan hanya kali ini saja tapi setiap kali musim hujan tidak luput dari bencana banjir,” ungkapnya.

Minggus mengatakan, rumahnya menjadi salah satu yang ikut terendam banjir, sehingga kondisi rumahnya terlihat seperti danau kecil saat musim hujan.

Minggu mengaku, banjir yang kerap kali terjadi ini sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah melalui musrenbangdes namun belum pernah direspon.

Bahkan, kata dia, bukan hanya melalui Musrembangdes, kondisi itu juga pernah disampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Nagekeo. Namun anggota dewan hanya sebatas janji.

Baca Juga :  Ketua KPUD Minta PPK Nagekeo Jaga Integritas dan Kejujuran

“Mereka tunggu saat pileg baru datang minta suara. Kalau banjir seperti ini mereka tidak kelihatan,” kesalnya.

Senada diakui Jon. Menurutnya, banjir di wilayahnya bukan hanya kali ini terjadi tetapi sudah berulang kali. Dirinya meminta solusi dari pemerintah untuk mengatasi masalah klasik tersebut.

“Sebagai masyarakat, kami minta supaya pemerintah tolong buka mata dengan kondisi ini karena selalu terjadi di setiap musim hujan,” katanya. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Berita ini 228 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:25 WITA

Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:43 WITA

Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:02 WITA

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Berita Terbaru

Opini

Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:55 WITA

Opini

Hindayana dan Kurikulum Keteladanan

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:25 WITA