MBAY, FLORESPOS.net-Puluhan rumah di RT 29, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terendam banjir akibat hujan deras selama satu jam pada Senin (16/3/2026) sore.
Banjir kali ini bukan hanya terjadi pada satu lokasi saja, tetapi juga menyebar di beberapa dusun di dataran Aeramo dengan tinggi mencapai pinggang orang dewasa. Banjir yang merendam itu diduga disebabkan air meluap dari Kali Oki Wajo.
Minggus Mere, salah seorang warga RT 29 Desa Aeramo, mengaku, genangan banjir tersebut bukan baru terjadi kali ini saja tetapi kerap terjadi disaat musim hujan tiba.
“Hampir setiap tahun di Eko Ae ini pasti dilanda banjir. Banjir bukan hanya kali ini saja tapi setiap kali musim hujan tidak luput dari bencana banjir,” ungkapnya.
Minggus mengatakan, rumahnya menjadi salah satu yang ikut terendam banjir, sehingga kondisi rumahnya terlihat seperti danau kecil saat musim hujan.
Minggu mengaku, banjir yang kerap kali terjadi ini sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah melalui musrenbangdes namun belum pernah direspon.
Bahkan, kata dia, bukan hanya melalui Musrembangdes, kondisi itu juga pernah disampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Nagekeo. Namun anggota dewan hanya sebatas janji.
“Mereka tunggu saat pileg baru datang minta suara. Kalau banjir seperti ini mereka tidak kelihatan,” kesalnya.
Senada diakui Jon. Menurutnya, banjir di wilayahnya bukan hanya kali ini terjadi tetapi sudah berulang kali. Dirinya meminta solusi dari pemerintah untuk mengatasi masalah klasik tersebut.
“Sebagai masyarakat, kami minta supaya pemerintah tolong buka mata dengan kondisi ini karena selalu terjadi di setiap musim hujan,” katanya. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wall Abulat










