MAUMERE, FLORESPOS.net-Fraksi Partai Demokrat DPRD Sikka dalam pemandangan umum fraksi terhadap Pidato Pengantar Bupati Sikka tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Tahun Anggaran 2025 menyoroti bidang kesehatan.
Fraksi Partai Demokrat DPRD Sikka mengaku menerima masukan masyarakat terkait kondisi fasilitas pelayanan kesehatan di ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. TC Hillers Maumere.
“Fasilitas pelayanan kesehatan di IGD RS TC Hillers Maumere dilaporkan kurang terawat, dengan pencahayaan yang kurang memadai serta kondisi ruangan yang berlumut dan perlu mendapat perhatian lebih serius,” sebut Fraksi Partai Demokrat dalam rapat paripurna, Kamis (12/3/2026).
Fraksi Partai Demokrat yang diketuai Yunus Noce Fernandez dan sekertaris Leoanrdus Winarto mengakui fraksinya menerima laporan mengenai kondisi Puskesmas Nanga.
Dikatakan Fraksi Partai Demokrat pembangunan Puskesmas Nanga hingga saat ini belum tuntas dikerjakan namun telah diserahterimakan.
Status pelayanan puskesmas tersebut juga masih sebatas rawat jalan, padahal sebelumnya direncanakan untuk meningkat menjadi puskesmas rawat inap.
“Kendala lain yang dilaporkan adalah belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta keterbatasan tenaga medis,” sebut Fraksi Partai Demokrat.
Fraksi Partai Demokrat menyebutkan, saat ini tenaga dokter umum dan dokter gigi masih dipinjam dari Puskesmas Koting, sementara Puskesmas Nanga melayani sekitar sembilan desa dengan jumlah penduduk sekitar 19.000 jiwa.
Puskesmas ini juga disebutkan membutuhkan tenaga psikolog klinis serta petugas yang menangani fasilitas layanan USG untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Selain itu, status akreditasi puskesmas yang diharapkan mencapai tingkat utama juga masih menjadi perhatian masyarakat,” ungkap Fraksi Partai Demokrat DPRD Sikka dalam pemandangan umumnya.
Sehubungan dengan hal tersebut Fraksi Partai Demokrat meminta penjelasan kepada pemerintah bagaimana standar pemeliharaan fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD dr. TC Hillers.
Pihaknya mempertanyakan apakah terdapat rencana peningkatan atau renovasi fasilitas IGD RS TC Hillers Maumere dan apa kendala utama yang menyebabkan pembangunan dan peningkatan status pelayanan Puskesmas Nanga belum terealisasi.
“Bagaimana rencana pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis dan fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Nanga?.Apa langkah yang dilakukan untuk meningkatkan akreditasi puskesmas tersebut?,” tanya Fraksi Partai Demokrat.
Fraksi juga menerima laporan bahwa terdapat sejumlah warga yang sebelumnya terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah, namun kini status kepesertaannya dinonaktifkan.
Hal ini kata Fraksi Partai Demokrat, menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang secara ekonomi masih tergolong miskin dan sangat membutuhkan jaminan kesehatan.
Fraksi meminta penjelasan Pemerintah Daerah berapa jumlah warga Kabupaten Sikka yang mengalami penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan dalam beberapa waktu terakhir?.
“Apa dasar kebijakan penonaktifan tersebut?. Bagaimana langkah pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat miskin tetap memperoleh akses jaminan kesehatan?,” sebut Fraksi Partai Demokrat. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










