SLB Karya Murni Ruteng Gelar We Ring The Bell Suarakan 10 Hak Anak Disabilitas - FloresPos Net

SLB Karya Murni Ruteng Gelar We Ring The Bell Suarakan 10 Hak Anak Disabilitas

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 14:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni Ruteng, menggelar kegiatan bertajuk We Ring the Bell sebagai suatu bentuk kampanye untuk menyuarakan hak-hak anak disabilitas.

Kegiatan yang berlangsung di Halaman SLB Karya Murni Ruteng, Jalan Pelita nomor 2 Ruteng, Wae Palo, Kelurahan Bangka Nekang, Kecamata Langke Rembong pada Selasa (3/6/2025) ini dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan OLahraga (PPO)  Kabupaten Manggarai  Yohanes E.A. Ndahur, S.STP.

Inilah 10 hak disabilitas yang disuarakan oleh siswa SLB Karya Murni Ruteg dalam momen bertajuk We Ring The Bell itu.

Pertama, semua anak ingin dapat tiba di sekolah. Kedua,semua anak ingin dapat masuk dan bergerak bebas di sekolah.Ketiga, semua anak ingin dapat ke kamar kecil.

Keempat, semua anak ingin mendapatkan pendidikan yang jujur.Kelima, semua anak ingin dapat bermain.

Keenam, semua anak mendambakan teman. Ketujuh, semua anak ingin agar orang tuanya menolong mereka.

Kedelapan, semua anak ingin mendapatkan bimbingan yang baik. Kesembilan, semua anak menginginkan perhatian yang positif. Kesepuluh, semua anak ingin layaknya  menjadi anak saja.

Seruan pemenuhan hak-hak disabilitas di atas disampaikan anak-anak dengan penuh semangat dan keberanian.

Keseriusan mereka menggugah perhatian seluruh tamu undangan dan menjadi momen refleksi bagi semua pihak tentang pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak difabel.

Baca Juga :  Kebut Kerja, Progres Proyek Jalan Nasional Ruteng-Reo, Manggarai Capai 53 Persen

Usai penyampaian hak-hak disabilitas dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama, yang dilakukan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga  Kabupaten Manggarai, pengurus Yayasan Karya Murni Ruteng, para kepala sekolah dasar reguler, guru-guru, perwakilan orang tua peserta didik disabilitas, serta para siswa.

Apresiasi

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga  Kabupaten Manggarai Yohanes E.A. Ndahur, S.STP dalam sambutan antara lain menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Karya Murni yang sudah, sedang dan terus memberikan perhatian kepada para difabel.

“Pemerintah akan terus mendorong untuk memenuhi hak-hak anak disabilitas,” kata Ndahur.

Sementara Ketua Yayasan Karya Murni Ruteng Elias Daung, M.Pd dalam sambutannya antara lain mengemukakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolis atau pernyataan semata.

“Ini adalah bentuk nyata komitmen kita semua agar hak-hak anak disabilitas tidak hanya diakui, tetapi juga direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam akses pendidikan yang setara dan inklusif,” katanya.

Kepala Sekolah SLB B Karya Murni Ruteng, Veronika Putri Sale dalam sambutannya antara lain mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari gerakan menuju pendidikan inklusif.

Baca Juga :  Pemkab Manggarai Timur Jalin Kerja Sama dengan Putera Sampoerna Foundation

“Kami ingin agar anak-anak disabilitas tidak dipinggirkan. Mereka berhak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan hidup dengan martabat,” ujarnya.

Salah satu siswa disabilitas, Maria Goo (15), dengan bangga menyatakan, “Saya senang ikut kegiatan ini karena saya merasa dihargai dan bisa bersuara tentang hak saya. Saya ingin semua anak seperti saya bisa sekolah dan punya cita-cita.”

Tanggapan positif juga datang dari salah satu orang tua siswa, Rensi, yang mengatakan bahwa kegiatan ini membuka mata banyak orang.

“Sebagai orang tua anak disabilitas, saya merasa sangat dihargai. Semoga pemerintah dan sekolah terus mendukung kami,” katanya.

Seorang guru di SLB Karya Murni, Redemptus Pantur, menambahkan kegiatan ini mendorong para pendidik untuk terus belajar dan beradaptasi.

“Pendidikan inklusif itu tantangan, tapi juga sebuah panggilan untuk berbuat lebih baik bagi semua anak, tanpa kecuali,” katanya.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa inklusi bukan hanya tentang membuka pintu, tetapi juga menciptakan ruang yang benar-benar ramah dan setara bagi semua anak, termasuk mereka yang hidup dengan disabilitas.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Yayasan Karya Murni dengan NLR (Nederland Leprosy Relief) Indonesia melalui Program PADI (Prioritaskan Anak dengan Disabilitas).*

Penulis : Marselinus Saviobas, S.Pd (Kontributor)

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

‘Hidup Tak Ada Ujung’, Alumni SPP dan SPMA St Isidorus Boawae Temu Kangen di Ende
Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Berita ini 220 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:27 WITA

‘Hidup Tak Ada Ujung’, Alumni SPP dan SPMA St Isidorus Boawae Temu Kangen di Ende

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Keadilan Kesehatan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 10:26 WITA