Hingga Awal Maret 2026 Kasus DBD di Sikka Mencapai 176 Kasus - FloresPos Net

Hingga Awal Maret 2026 Kasus DBD di Sikka Mencapai 176 Kasus

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga awal Maret 2026 mencapai 176 kasus dan masih mendapatkan penanganan medis 20 pasien.

Sebanyak 155 pasien telah dinyatakan sembuh sementara korban meninggal di bulan Januari 2026 satu orang anak dan kasusnya tergolong turun bila dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kita lonjakan kasus nanti di Maret ini tetapi kelihatan 2 minggu terakhir agak membaik.Mudah-mudahan gerakan kebersihan kota ini berjalan baik sehingga kasus DBD tidak meningkat,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, Selasa (3/3/2026).

Petrus mengakui penyelidikan epidemilogi oleh Dinas Kesehatan bersama Puskesmas juga berjalan baik sehingga kasus-kasus DBD di beberapa minggu terakhir mulai melandai.

Dirinya berharap mudah-mudahan bulan Maret ini kasusnya tidak melonjak sehingga bulan April sudah tidak ditemukan lagi kasus DBD.

Sebab biasanya kasus DBD dimulai dari bulan Desember, Januari, Februari dan mencapai puncaknya di bulan Maret tapi kondisi saat awal Maret kasusnya melandai.

Baca Juga :  Perumahan Gloria Regency di Maumere Usung Konsep Hunian Berkelanjutan dan Efisien

“Masuk di Maret ini kita punya kasus agak landai dan semua tim bergerak untuk ke Puskesmas-Puskesmas melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan gerakan kebersihan sanitasi lingkungan itu juga sudah berjalan efektif,” ungkapnya.

Petrus memaparkan kasus DBD tertinggi di Kabupaten Sikka biasa terjadi di 3 kecamatan di Kota Maumere yakni Alok Timur, Alok dan Alok Barat sementara di luar kota kasus terbanyak ada di Kecamatan Nita dan Magepanda.

Ia bersyukur Gerakan Jumat Bersih berjalan baik sehingga tumpukan sampah berkurang dan saluran air yang tergenang pun mulai diperbaiki sehingga bisa menekan kasus DBD.

“Biasanya kita punya kasus terbanyak itu di usia anak sekolah di atas 5 tahun sampai dengan di 15 tahun kemudian juga ada usia dewasa kalau untuk di kategori bayi balita sangat minim,” terangnya.

Orang dewasa yang terkena DBD kata Petrus kemungkinan diakibatkan menurunnya daya tahan tubuh sehingga bisa dengan mudah terserang.

Baca Juga :  Bakal Calon Independen di Manggarai Mesti Bawa Tiga Dokumen Persyaratan

Dirinya menyarankan puskesmas apabila sampai ada 2 sampai 3 kasus di lokasi yang sama maka segera dilakukan fogging dan edukasinya pun terus berjalan.

Menurutnya pemerintah tetap berjuang supaya bisa menekan kasus DPD dan mudah-mudahan tidak ada korban jiwa lagi setelah kasus kematian seorang anak di bulan Januari 2026.

Selama tahun 2025 jumlah kasus DBD di Kabupaten Sikka mencapai 353 kasus tanpa kematian dimana jumlah ini turun drastis dari tahun 2024 dengan jumlah kasus mencapai 816 kasus.

Turunnya kasus DBD akibat dari kegiatan promotif dan preventif di 25 Puskemas yang ada di Kabupaten Sikka berjalan dengan baik termasuk koordinasi penanganan lintas sektor.

“Tahun 2025 kemarin Sikka masuk siklus KLB DBD namun semua sektor bergerak mengantisipasi sehingga kasusnya bisa diturunkan dan tidak ada kasus kematian,” ungkap Petrus.*

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan
Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores
47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional
Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan
Jelang Festival Golo Koe 2026, BPOLBF Perkuat Koordinasi Melalui Forum DISKORIA dan Bincang Kepariwisataan
Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Kurangi Ketergantungan Pariwisata, Pembangunan Manggarai Barat 2027 Berbasis Pertanian, Peternakan, Perikanan
Berita ini 222 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:46 WITA

Thresher Shark Indonesia dan Masyarakat Solor Timur Petakan Peluang Mata Pencaharian Alternatif bagi Nelayan dan Pengepul Perikanan

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:02 WITA

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:58 WITA

47 Pramuka Kwarcab Ende Siap Ikut Jambore Daerah dan Jambore Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:20 WITA

Kuasa Hukum Korban Desak Polres Sikka Kejar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual yang Kabur ke Kalimantan

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:57 WITA

Voli Soekarno Cup 1, Bhayangkara Presisi Polres Ende Raih Kemenangan di Laga Pertama

Berita Terbaru

Opini

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Rabu, 22 Jul 2026 - 16:41 WITA

Advertorial

Festival Golo Koe Momentum Penguatan Wisata Religi Katolik Flores

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:02 WITA